Bekam merupakan pengobatan tertua dari zaman dahulu. Rasulullah SAW pun merekomendasikan pengobatan dengan cara berbekam. Para ahli pengobatanpun terkesima dengan mempraktekan dan ada yang memodifikasinya. Situs Bekam medis KelapaGading adalah persembahan Rumah Sehat TheraAfiat untuk pembaca semua. Beralamat di d/a Apotek Iqro, Lantai 2. Jl. Seruling Blok F No.32, KelapaGading, Jakut. Untuk info hubungi WA/Telp. 08111494599 WA 081542391884 (STPT No: 001/2.60.0/31.72.06.1001/-1.779.3/2015)
Tampilkan postingan dengan label Cupping. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cupping. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 Januari 2018
Super Moon VS Bekam
Tahun 2018 telah tiba. Berbagai fenomena astronomi langka telah terjadi sepanjang 2017. Kini di tahun baru ini fenomena alam langka juga diprediksi akan berlangsung selama 2018 ini.
Malahan, dua peristiwa alam terlangka diprediksi bakal terjadi di Januari 2018. Pertama, ada fenomena Supermoon pada 2 Januari 2018, dan kedua ada fenomena Bulan Biru alias Blue Moon pada 31 Januari 2018 mendatang.
Kalau pada alam makrokosmos berhubungan dengan banjir rob maka pada alam mikrokosmos berhubungan dengan bergejolaknya darah dalam tubuh yang sangat baik bila dikeluarkan.
*Kalau pada supermoon terjadi pada tg 15 bulan Hijriah, namun hari terbaik berbekam itu tg 17, 19 dan 21 bulan Hijriah.
"Hari Terbaik untuk berBEKAM adalah 17, 19 dan 21 bulan Hijriah. ( HR Abu Hurairah )."
* Pada supermoon Gaya GRAVITASI BULAN sedang Kuat-kuatnya terhadap BUMI TERUTAMA di tanggal-tanggal GANJILnya sehingga kondisi Darah menjadi Bergejolak dan berada di Permukaan, jadi saat manusia berBEKAM di waktu ini akan Maksimal dan Efektif untuk mengeluarkan Darah Statis, Darah Kotor, Racun-racun dalam darah dan Sumbatan-sumbatan Darah.
*Diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan, ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena Gaya Gravitasi Bulan yang sangat Kuat, saat pertengahan Bulan”
*Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik alasannya dalam hal itu terdapat kesembuhan.
Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-4 jam sebelumnya.
*Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, bersabda:
“Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (bulan Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.”
(Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)
📢Sunnah Bekam pada Bulan ini jatuh pada tanggal :
👉Jumat, 5 Jan 2018
( 17 Rabiul Akhir 1439 H )
👉 Ahad, 7 jan 2018
( 19 Rabiul Akhir 1439 H )
👉 Selasa, 9 Jan 2018
( 21 Rabiul Akhir 1439 H )
*Adapun manfaat Bekam adalah Untuk mengobati semua penyakit yang disebabkan kelainan darah karena :
1. Panas
2. Penuh
3. Kotor
4. Tersumbat
Contoh penyakitnya :
Kolesterol, Asam urat, borok, bisulan, jerawat, pembengkakan jantung karena panas, dll
http://theraafiat.blogspot.co.id
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247
Label:
Bekam,
Cupping,
Hijamah,
Jadwal Bekam Jan 18,
Jumadil Akhir 1439 H,
Super Moon,
Thabib Verri,
Thera Afiat,
thera institute,
Veri JP,
Verri JP,
verri JP MA
Selasa, 31 Januari 2017
Motor Point Therapy
MOTOR POINT THERAPY
Motor Point Therapy (Terapi Titik Penggerak) merupakan titik yang peka terhadap rangsangan antara lain :
1. Titik-titik Bekam Nabi (Prophet Potent Point)
2. Titi-titik Meridian Akupunktur
3. Titik-titik Akupresur
4. Titik-titik Refleksi
5. Titik-titik Tung
6. Titik-titik Tho’ dan sebagainya.
Menurut kedokteran tradisional, bahwa di bawah kulit, otot, maupun fascia terdapat suatu poin atau titik yang mempunyai sifat istimewa.
Antara poin satu dengan poin lainnya saling berhubungan membujur dan melintang membentuk jaring-jaring atau jala.
Jala ini dapat disamakan dengan meredian, cing luo, tho’, khottuz zawaal, atau habl.
Dengan adanya jala ini, maka terdapat hubungan yang erat antara bagian tubuh sebelah atas dengan sebelah bawah, antara bagian dalam dengan bagian luar, antara bagian kiri dan bagian kanan, antara organ-organ tubuh dengan jaringan bawah kulit, antara organ yang satu dengan organ lainnya, antara organ dengan tangan dan kaki, antara organ padat dengan organ berongga, dan lain sebagainya, sehingga membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dan dapat bereaksi secara serentak.
Kelainan yang terjadi pada satu poin ini dapat ditularkan dan mempengaruhi poin lainnya. Juga sebaliknya, pengobatan pada satu poin akan menyembuhkan poin lainnya.
Teori ini dapat menjelaskan bahwa seseorang yang sakit matanya tidak perlu dibekam pada matanya.
Atau seseorang yang mengalami gangguan pada saluran pencernaannya dapat terlihat gambaran penyakit di lidahnya. Sehingga untuk mengobati pencernaannya dapat dibekam pada titik poin pencernaan maupun lidahnya, dan sebaliknya untuk mengobati penyakit pada lidah dapat dibekam di poin saluran pencernaannya.
Hasil penelitian dunia kedokteran modern mendapatkan bahwa poin istimewa merupakan motor points pada perlekatan neuromuskular (neuromuscular attachements) yang mengandung banyak mitokondria, kaya pembuluh darah, mengandung tinggi mioglobin, sebagian besar selnya menggunakan metabolisme oksidatif, dan lebih banyak mengandung cell mast, kelenjar limfe, kapiler, venula, bundle dan pleksus saraf serta ujung saraf akhir, dibanding dengan daerah yang bukan poin istimewa.
Mereka membuktikan bahwa apabila dilakukan pembekamam pada satu poin, maka di kulit (kutis), jaringan bawah kulit (sub kutis), fascia dan ototnya akan terjadi kerusakan dari mas cell dan lain-lain.
Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamin, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui.
Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi ditempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadi perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah.
Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin, dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.
Sedangkan golongan histamin yang ditimbulkannya mempunyai manfaat dalam proses reparasi (perbaikan) sel dan jaringan yang rusak, serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell, yang akan meninggikan daya resistensi (daya tahan) dan imunitas (kekebalan) tubuh.
Sistem imun ini terjadi melalui pembentukkan interleukin dari cell karena faktor neutral, peningkatan jumlah sel T karena peningkatan sel-enkephalin, enkephalin dan endorphin yang merupakan mediator antara susunan saraf pusat dan sistem imun, substansi P yang mempunyai fungsi parasimpatis dan sistem imun, serta peranan kelenjar pituitari dan hypothalamus anterior yang memproduksi CRF.
Penelitian lainnya menunjukkan bahwa pembekaman di kulit akan menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spino thalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin.
Sedangkan sebagian rangsangan lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri. Efek lainnya adalah dilatasi pembuluh darah kulit, dan peningkatan kerja jantung.
Pada sistem endokrin terjadi pengaruh pada sistem sentral melalui hypothalamus dan pituitari sehingga menghasilkan ACTH, TSH, FSH-LH, ADM. Sedangkan melalui system perifer langsung berefek pada organ untuk menghasilkan hormon-hormon insulin, thyroxin, adrenalin, corticotropin, estrogen, progesteron, testosteron. Hormon-hormon inilah yang bekerja di tempat jauh dari yang dibekam.
Proses pengobatan bekam (berpatokan pada patofisiologi akupunktur) secara ringkas dilakukan dengan beberapa cara :
A. Dengan memperkuat chi (energi) bagian tubuh yang lemah (defisiens/hipo) dan – mengurangi chi bagian tubuh yang berlebihan (hiper).
1. Memperkuat bagian tubuh yang lemah- Memperkuat bagian meridian tubuh yang lemah
~ Memperkuat meridian luar dengan meridian dalam
~ Memperkuat meridian ibu
2. Melemahkan bagian tubuh yang berlebihan (ekses/hiper)- Melemahkan penyakit meridian tubuh yang terlalu berlebihan
~ Melemahkan meridian luar dan meridian dalam
~ Melemahkan meridian anak.
3. Kombinasi antara memperkuat bagian tubuh yang lemah dan mengurangi bagian tubuh yang berlebihan.
B. Membuang panas tubuh dan menghangatkan bagian tubuh yang dingin.
1. Membuang panas tubuh, meliputi:
a. Membuang panas yang berasal dari luar tubuh :
~ Membuang panas yang masuk ke paru-paru
~ Membuang panas yang berada di hati dan empedu
~ Membuang panas dari lambung dan limpe
b. Membuang panas yang disebabkan kekuarangan/difisiens panas:
~ Membuang panas di paru-paru
~ Membuang panas di hati karena difisiens
~ Membuang panas di liver dan ginjal karena defisiens
2. Menghangatkan bagian tubuh yang dingin, dengan cara:
Menghangatkan Yang untuk mengusir dingin
Menghangatkan Yang dan memperkuat difisiens
3.Kombinasi antara menghangatkan Yang dan mengusir panas.
C. Mengobati daerah luar dan dalam tubuh :
~ Mengobati daerah luar untuk penyakit yang akut
~ Mengobati daerah dalam untuk penyakit yang kronis
~ Kombinasi antara daerah luar dan dalam
D. Mengobati penyakit yang sejenis dengan metode pengobatan yang berbeda dan mengobati penyakit yang berbeda dengan metode yang sama.
Kamis, 30 Juni 2016
Kenapa Darah Keluar Saat Bekam Sedikit?
Kenapa Darah Yang keluar Sedikit ?
Menurut hemat saya kenapa darah bekam yang keluar sedikit, apa penyebabnya ? Ringkasnya adalah :
1. Dilihat dari postur tubuh apakah dia gemuk dan berlemak atau kurus.
2. Suasana Emosional.
3. Langkah atau cara diawal pembekaman mempengaruhi jumlah darah.
4. Sirkulasi darah pada titik area bekam dan sekitarnya.
5. Gejolak darah dan inilah faktor utama kenapa diharuskan berbekam, kalau darah adem2 saja biasanya darah yang keluar sedikit.
6. Kedalaman penjaruman dan banyaknya penjaruman dalam satu bidang.
Http://bekammedik.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247
Vertigo
VERTIGO adalah persepsi yang salah dari gerakan seseorang atau lingkungan
sekitarnya. Persepsi gerakan bisa berupa:
a. Vertigo vestibular adalah rasa berputar yang timbul pada gangguan
vestibular.
b. Vertigo non vestibular adalah rasa goyang, melayang, mengambang yang
timbul pada gangguan sistem proprioseptif atau sistem visual
Berdasarkan letak lesinya dikenal 2 jenis vertigo vestibular, yaitu:
a. Vertigo vestibular perifer.
Terjadi pada lesi di labirin dan nervus vestibularis
b. Vertigo vestibular sentral.
Timbul pada lesi di nucleus vestibularis batang otak, thalamus sampai
ke korteks serebri.
Vertigo merupakan suatu gejala dengan berbagai penyebabnya, antara lain:
akibat kecelakaan,stres, gangguan pada telinga bagian dalam, obat-obatan,
terlalu sedikit atau banyak aliran darah ke otak dan lain-lain.
Secara spesifik, penyebab vertigo, adalah:
a. Vertigo vestibular
Vertigo perifer disebabkan oleh Benign Paroxismal Positional Vertigo
(BPPV), Meniere’s Disease, neuritis vestibularis, oklusi arteri labirin,
labirhinitis, obat ototoksik, autoimun, tumor nervus VIII, microvaskular
compression, fistel perilimfe.
Vertigo sentral disebabkan oleh migren, CVD, tumor, epilepsi,
demielinisasi, degenerasi.
b. Vertigo non vestibular
Disebabkan oleh polineuropati, mielopati, artrosis servikalis, trauma
leher, presinkop, hipotensi ortostatik, hiperventilasi, tension headache,
penyakit sistemik.
BPPV adalah gangguan klinis yang sering terjadi dengan karakteristik
serangan vertigo di perifer, berulang dan singkat, sering berkaitan dengan
perubahan posisi kepala dari tidur, melihat ke atas, kemudian memutar
kepala.
BPPV adalah penyebab vertigo dengan prevalensi 2,4% dalam kehidupan
seseorang. Studi yang dilakukan oleh Bharton 2011, prevalensi akan
meningkat setiap tahunnya berkaitan dengan meningkatnya usia sebesar 7
kali atau seseorang yang berusia di atas 60 tahun dibandingkan dengan 18-39
tahun. BPPV lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki.
Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
a. Vertigo vestibular
Menimbulkan sensasi berputar, timbulnya episodik, diprovokasi oleh
gerakan kepala, bisa disertai rasa mual atau muntah.
1. Vertigo vestibular perifer timbulnya lebih mendadak setelah
perubahan posisi kepala dengan rasa berputar yang berat, disertai
mual atau muntah dan keringat dingin. Bisa disertai gangguan
pendengaran berupa tinitus, atau ketulian, dan tidak disertai gejala
neurologik fokal seperti hemiparesis, diplopia, perioralparestesia,
paresis fasialis.
2. Vertigo vestibular sentral timbulnya lebih lambat, tidak terpengaruh
oleh gerakan kepala. Rasa berputarnya ringan, jarang disertai rasa
mual dan muntah, tidak disertai gangguan pendengaran. Keluhan
dapat disertai dengan gejala neurologik fokal seperti hemiparesis,
diplopia, perioralparestesia, paresis fasialis.
b. Vertigo non vestibular
Sensasi bukan berputar, melainkan rasa melayang, goyang, berlangsung
konstan atau kontinu, tidak disertai rasa mual dan muntah, serangan
biasanya dicetuskan oleh gerakan objek sekitarnya seperti di tempat
keramaian misalnya lalu lintas macet.
Pada anamnesis perlu digali penjelasan mengenai:
Deskripsi jelas keluhan pasien. Pusing yang dikeluhkan dapat berupa sakit
kepala, rasa goyang, pusing berputar, rasa tidak stabil atau melayang.
a. Bentuk serangan vertigo:
1. Pusing berputar.
2. Rasa goyang atau melayang.
b. Sifat serangan vertigo:
1. Periodik.
2. Kontinu.
3. Ringan atau berat.
c. Faktor pencetus atau situasi pencetus dapat berupa:
1. Perubahan gerakan kepala atau posisi.
2. Situasi: keramaian dan emosional.
3. Suara.
d. Gejala otonom yang menyertai keluhan vertigo:
1. Mual, muntah, keringat dingin.
2. Gejala otonom berat atau ringan.
e. Ada atau tidaknya gejala gangguan pendegaran seperti : tinitus atau tuli.
f. Obat-obatan yang menimbulkan gejala vertigo seperti: streptomisin,
gentamisin, kemoterapi.
g. Tindakan tertentu: temporal bone surgery, transtympanal treatment.
h. Penyakit yang diderita pasien: DM, hipertensi, kelainan jantung.
i. Defisit neurologis: hemihipestesi, baal wajah satu sisi, perioral
numbness, disfagia, hemiparesis, penglihatan ganda, ataksia serebelaris.
Gambaran klinis BPPV:
Vertigo timbul mendadak pada perubahan posisi, misalnya miring ke satu sisi
Pada waktu berbaring, bangkit dari tidur, membungkuk. atau menegakkan
kembali badan, menunduk atau menengadah. Serangan berlangsung dalam
waktu singkat, biasanya kurang dari 10-30 detik. Vertigo pada BPPV
dirasakan berputar, bisa disertai rasa mual, kadang-kadang muntah. Setelah
rasa berputar menghilang, pasien bisa merasa melayang dan diikuti disekulibrium
selama beberapa hari sampai minggu. BPPV dapat muncul
kembali.
Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan umum
b. Pemeriksaan system kardiovaskuler yang meliputi pemeriksaan tekanan
darah pada saat baring, duduk dan berdiri dengan perbedaan lebih dari
30 mmHg.
c. Pemeriksaan neurologis
1. Kesadaran : kesadaran baik untuk vertigo vestibuler perifer dan
vertigo non vestibuler, namun dapat menurun pada vertigo vestibuler
sentral.
2. Nervus kranialis : pada vertigo vestibularis sentral dapat mengalami
gangguan pada nervus kranialis III, IV, VI, V sensorik, VII, VIII, IX, X,
XI, XII.
3. Motorik : kelumpuhan satu sisi (hemiparesis).
4. Sensorik : gangguan sensorik pada satu sisi (hemihipestesi).
5. Keseimbangan (pemeriksaan khusus neuro-otologi) :
• Tes nistagmus:

Nistagmus disebutkan berdasarkan komponen cepat, sedangkan
komponen lambat menunjukkan lokasi lesi: unilateral, perifer,
bidireksional, sentral.
• Tes rhomberg:

Jika pada keadaan mata terbuka pasien jatuh, kemungkinan
kelainan pada serebelum. Jika pada mata tertutup pasien
cenderung jatuh ke satu sisi, kemungkinan kelainan pada system
vestibuler atau proprioseptif.
• Tes rhomberg dipertajam (Sharpen Rhomberg):
Jika pada keadaan mata terbuka pasien jatuh, kemungkinan
kelainan pada serebelum. Jika pada mata tertutup pasien
cenderung jatuh ke satu sisi, kemungkinan kelainan pada system
vestibuler atau proprioseptif.
• Tes jalan tandem:

pada kelainan serebelar, pasien tidak dapat
melakukan jalan tandem dan jatuh ke satu sisi. Pada kelaianan
vestibuler, pasien akan mengalami deviasi.
• Tes Fukuda, dianggap abnormal jika deviasi ke satu sisi lebih dari
30 derajat atau maju mundur lebih dari satu meter.
• Tes past pointing, pada kelainan vestibuler ketika mata tertutup

maka jari pasien akan deviasi ke arah lesi. Pada kelainan serebelar
akan terjadi hipermetri atau hipometri.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang dilakukan sesuai dengan etiologi.
Penegakan Diagnosis (Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik umum dan
neurologis.
Tata laksana terapi secara traditional bisa dengan akupunktur dan Dry Cupping serta terapi herbal. (Haryono).
Http://bekammedik.blogspot.com
Untuk bekam hubungi :
Rumah sehat Thera afiat
Jl.kelapa sawit raya blok DD No. 15
Kelapa gading
Jakarta utara
Hp 08111494599
087883171247
Senin, 20 Juni 2016
Sejarah Bekam China
Sejarah cupping
Terapi cupping yg dimiliki pengobatan Cina tradisional, warisan dari beberapa ribu tahun, digunakan dengan satu dari beberapa jenis cangkir, seperti cangkir bambu, gelas atau cangkir tanah, menempatkan mereka pada titik akupunktur atau meridian yang diinginkan pada pasien kulit, ataupun gabungan beberapa titik sebagai bentuk formasi membuat hemostasis lokal, kontraksi, reposisi jaringan, bahkan mengubah bentuknya dengan tujuan terapi penyembuhan dan pemulihan.
Catatan paling awal dari cupping adalah dalam Shu Bo (sebuah buku kuno yang ditulis pada sutra), yang ditemukan di sebuah makam kuno dari Dinasti Han pada tahun 1973. Beberapa metode cupping dan catatan kasus pengobatan juga dijelaskan dalam buku-buku Cina awal. Zhao Xueming, dokter Cina berlatih lebih dari 200 tahun yang lalu, menyelesaikan sebuah buku berjudul "Ben Cao Gang Mu Shi Yi", di mana ia dijelaskan secara rinci sejarah dan asal-usul berbagai jenis cupping, bentuk cupping, fungsi dan aplikasi.
Ada tujuh jenis utama praktek cupping di Cina:
1. Praktisi memanfaatkan kekuatan panas api untuk mencapai tekanan hisap (minus) di cangkir dan kemudian menerapkan bagian yang diinginkan dari tubuh.
Ini adalah metode pertama statis terapi statis cupping hisap, yang paling umum digunakan di klinik Cina. Bisa menggunakan kaca, tanduk, bambu atau yg lainnya
2. cupping dgn pendarahan (bekam basah), yang berisi dua langkah: sebelum cangkir hisap, praktisi harus membuat beberapa sayatan kecil dengan jarum atau plum-bunga bermata segitiga acupoint jarum menekan kuat untuk waktu yang singkat untuk menyebabkan bleeding
3. Cuppin bergerak (sliding), praktisi yang harus mengontrol hisap dengan menggerakkan lembut cangkir ke satu arah;
4. cupping kosong, yang berarti dikeluarkan setelah cangkir hisap tanpa penundaan juga tanpa cedera, atau sering disebut sebagai cupping quickly.
5. dengan uap, yaitu dengan cara merebus bambu, mug dan herbal biasanya dimasukkan ke dalam panci dan didihkan bersama-sama, setelah 30 menit dari menerapkan cangkir hisap pada titik-titik tertentu. Tindakan ini berprinsip pada kondisi uap panas herbal dalam tabung bambu yang sekaliguas sebagai "kompres" lokal.
6. cupping air yang merupakan teknik untuk mengisi gelas atau cangkir bambu sepertiga penuh dengan air hangat dan meletakkannya cepat di daerah.
7. Cupping modern, dengan hisap manual, udara mengosongkan gelas dengan memompa udara keluar .
Setiap terapi cupping dapat digunakan untuk penyakit yang berbeda atau tujuan yang berbeda dari pengobatan.
Karena cupping secara luas digunakan dalam budaya cerita rakyat Cina, teknik ini telah diwariskan oleh para praktisi Cina modern. Pada tahun 1950 kemanjuran klinis dari cupping dikonfirmasi oleh perusahaan Penelitian Cina dan akupunktur dari bekas Uni Soviet, dan didirikan sebagai praktek terapi resmi di rumah sakit di seluruh China. Masalah ini secara substansial mendorong pengembangan memar.
(INOPATIP)
Http://bekammedik.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com
Untuk bekam hubungi :
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247
Bekam, Bekam Kelapa Gading, Bekam Kodamar, Bekam pulogadung, Bekam Pulomas, Bekam Semper, Bekam Sunter, Cupping, Sejarah Bekam China,
Minggu, 06 Desember 2015
Metode Bekam
Metode Bekam
Untuk
info Terapi Bekam dan Herbal hubungi :
Rumah
Sehat Thera Afiat
Jl.
Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping
Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Telp./WA 08111494599
08788
3171247
Pin
28303BAC
Source:
Al hijamah, Metode Al Hijamah, Bekam, Metode Bekam, Cupping,
Cuping Therapeutic Method, Pa Hou Kuan, verri JP MA, Thera Afiat, Kelapa
Gading,
Jumat, 20 Maret 2015
Bekam Merupakan Pengobatan Ilmiah
Bekam Merupakan Pengobatan Ilmiah
Bekam bukanlah pengobatan klenik dan pengobatan paranormal. Karena pengobatan bekam memiliki ciri-ciri :
1. Ilmunya didapat dengan belajar, walaupun bisa dipelajari tanpa guru.
2. Siapa saja yang belajar bekam pasti bisa melakukannya.
3. Tidak bisa dilakukan dengan jarak jauh.
4. Kesembuhan diperoleh dengan proses membekamnya, bukan karena orang yang membekam.
5. Bekam tidak menimbulkan efek, walaupun yang dibekam tidak percaya.
Berdasarkan ciri di atas maka jelaslah bahwa bekam bukanlah ilmu sihir melainkan ilmu pengobatan ilmiah. Agar lebih lengkap berikut ini penjelasan dari jurnal ilmiah di Inggris :
Penelitian Pengaruh Terapi Bekam untuk Penanganan Nyeri Lutut Anterior (Bagian Depan) dan potensi peranannya dalam Promosi Kesehatan
Objektif:
Untuk mengetahui pengaruh Terapi Bekam dalam tingkatan patofisiologis pada penanganan Nyeri lutut anterior (bagian depan) dan dampaknya terhadap kualitas hidup serta kenyamanan.
Metode:
Survei eksperimen menggunakan percobaan klinis dan kuesioner. Penelitian lanjutan dilakukan selama tiga minggu untuk mengetahui pengaruh jangka panjang efek terapi dengan menggunakan penilaian obyektif maupun subyektif. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengetahui berapa banyak variabel independen menyebabkan peserta penelitian mengalami perubahan (Dane, 1990).
Hasil:
Terdapat perbedaan statistik yang signifikan dalam tingkat rasa sakit, kenyamanan dan rerata pergerakan pada pasien dengan nyeri lutut anterior antara sebelum dan setelah bekam (P <0,05).
Pendahuluan
Bekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam perawatan dan pengobatan berbagai masalah kesehatan diantaranya : Penyakit darah seperti hemofili dan hipertensi, Penyakit reumatik mulai dari artritis, sciatica/nyeri panggul, sakit punggung, migren, gelisah/anxietas dan masalah fisik umum maupun mental. Tujuan bekam adalah untuk membuang darah dari dalam tubuh yang diyakini dapat merusak tubuh dan pada gilirannya berpotensi merugikan mulai dari gejala biasa sampai yang mengarah pada menurunnya derajat kesehatan.
Sejarah dan asal mula Terapi Bekam
Secara tradisional, Terapi bekam telah dipraktekkan oleh banyak budaya dalam satu bentuk atau lainnya. Di Inggris praktek Terapi bekam juga telah tercatat dalam kurun waktu yang lama dengan salah satu jurnal kesehatan ‘The Lancet‘ yang diberi nama setelah adanya praktek ini. Lanset merupakan salahsatu peralatan bedah tradisional yang digunakan untuk membuang kelebihan darah yakni venaseksi dan digunakan untuk membedah bisul (Abses). Kata dalam bahasa Arab untuk Terapi Bekam adalah Al-Hijamah yang berarti untuk mengurangi ukuran yakni untuk mengembalikan tubuh pada kondisi alamiah.
Praktek Al-Hijamah telah menjadi bagian dari budaya Timur Tengah selama ribuan tahun sebagaimana telah ada pada catatan di zaman Hipokrates (400 SM). Di belahan barat, yang pertama melakukan Terapi Bekam adalah orang-orang Mesir kuno, dan yang tertua terekam dalam Textbook berjudul “ Ebers Papyrus” yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di negeri Mesir menyebutkan masalah bekam (Curtis, 2005).
Terapi bekam secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori: Bekam kering (Dry Cupping) dan Bekam basah (Wet Cupping). Terapi bekam kering cenderung lebih banyak dipraktekkan di wilayah Timur Jauh, sedangkan Bekam basah menjadi favorit di wilayahTimur Tengah dan Eropa Timur. Untuk tujuan penelitian ini dilakukan penyelidikan Terapi bekam basah yang kemudian disebut sebagai Terapi Bekam.
Penggunaan Terkini Terapi Bekam
Pengobatan Komplementer dan Alternatif (CAM= Complementary and Alternative Medicine) akhir-akhir ini menjadi lebih populer di masyarakat dan mendapatkan kredibilitas dalam dunia Biomedis kesehatan (Hill, 2003). Survei menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari penduduk Inggris (Ernst, 1996) dan sedikit lebih tinggi di Amerika Serikat (Wootton dan Sparber, 2001) menggunakan CAM. Selain itu, mainstream dunia kesehatan yang meminta bukti lebih lanjut untuk CAM semakin tertarik pada beberapa bentuk CAM (Hoffman, 2001).
Khasiat Medis dari Terapi Bekam
Menurut Hennawy (2004), Terapi Bekam diindikasikan untuk penanganan gangguan darah, mengobati nyeri, inflamasi/peradangan, relaksasi fisik dan mental, varises pada pembuluh darah vena dan masase jaringan dalam serta memberikan hingga 50% peningkatan pada tingkat kesuburan.
Prinsip-prinsip Akupunktur dan Akupressure sangatlah mirip dengan Terapi Bekam basah, hanya saja pada bekam basah melibatkan pengeluaran darah sedangkan pada Akupunktur dan Akupressure menggunakan isapan dan stimulasi pada titik-titik tertentu untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pengeluaran darah (Blood letting) itu sebenarnya merupakan salahsatu di antara teknik Akupunktur tertua (Dharmananda, 2004). Diperkirakan bahwa Akupunktur awalnya merupakan metode penusukan bisul dari kulit, kemudian dikembangkan untuk mengeluarkan “darah kotor” yang umumnya disertai cedera atau demam dan pada akhirnya dapat mengeluarkan roh jahat dan atmosfir Qi yang jelek (terutama “angin”) keluar dari dalam tubuh (Unschuld, 1985).
Fokus perhatian kembali pada penelitian tradisi pengobatan Cina dimana penemuan Akupressure dan Akupunktur dalam meredakan nyeri telah membuktikan bahwa dengan metode tersebut dapat melepaskan zat seperti morfin (Endorfin), Serotonin atau Kortisol yang pada akhirnya dapat meredakan nyeri dan membantu memperbaiki status fisiologis individu (Schulte, 1996). Akupressure dan Akupunktur dalam faktanya telah digunakan dan terbukti berguna untuk meredakan nyeri dan penanganan addiksi/ketagihan (Schulte, 1996; Hinze, 1988; Cadwell, 1998).
Pada tingkat biologis;
Akupressure dan Akupunktur bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan
(1) sistem kekebalan tubuh;
(2) Pengeluaran Enkefalin;
(3) Pelepasan neurotransmitter
(4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta
(5) Gerbang rasa nyeri pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensari rasa nyeri (NIH Consensus Development Panel, 1998; Schulte, 1996). Akhirnya, diyakini bahwa perangsangan pada titik Akupuntur dapat mengakibatkan Gerbang nyeri menjadi kewalahan dengan cara meningkatkan frekuensi impulse, sehingga akhirnya menutup gerbang dan dapat meredakan nyeri (Oumeish, 1998; Cadwell, 1998).
Menurut Institut Kesehatan Nasional (NIH) Consensus Development Panel (1997), Akupunktur juga efektif menangani mual dan muntah akibat kemoterapi, mual pada kehamilan, sakit gigi, adjunct therapy, kasus addiksi, rehabilitasi stroke, sakit kepala, kram haid, tennis elbow, fibromyalgia, nyeri punggung bawah (LBP), carpal tunnel syndrome, asma dan sebagainya (Lee, 2001). Mengingat relatif rendahnya biaya CAM pada umumnya sehingga integrasi antara terapi dalam mainstream kesehatan publik tidak diragukan lagi akan dapat meringankan beban keuangan dan waktu pada sistem sistem kesehatan kita ini.
Sebagaimana bekam juga ditujukan sebagai terapi yang efektif untuk penanganan nyeri dan memiliki kesamaan dengan teori Akupunktur dan Akupressure, sehingga sangatlah mungkin Terapi Bekam memiliki aksi mekanisme biologis yang sama pula seperti disebutkan diatas dalam hal meredakan nyeri.
Penelitian Pengaruh Terapi Bekam untuk Penanganan Nyeri Lutut Anterior (Bagian Depan) dan potensi peranannya dalam Promosi Kesehatan
Kesimpulan
Penelitian ini bukan ditujukan untuk suatu bagian penyelidikan semata tapi untuk melaksanakan perubahan dalam praktek kesehatan. Lebih dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan juga meningkatkan kesadaran mengenai penanganan dengan terapi bekam dan mendapatkan hal-hal penting yang berkaitan dengan hal tersebut. Keampuhan dari penggunaan bekam untuk nyeri lutut anterior, Range Gerakan dan kenyamanan telah mengungkapkan hasil penelitian yang memiliki perbedaan signifikan secara statistik dalam mendukung Terapi Bekam. Diharapkan juga bahwa sebagai sebuah tindakan, Terapi Bekam perlu diatur dan dilakukan pencatatan oleh para praktisi yang mengembangkannya. Penelitian jangka panjang lanjutan yang berkaitan dengan efek Terapi Bekam harus dilakukan untuk masalah musculoskeletal (otot dan tulang) yang lain.
Setelah dilakukan penelitian mengenai keampuhan (Efikasi) Terapi bekam untuk penanganan nyeri lutut anterior serta kenyamanan dan pergerakannya, hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan pada peserta penelitian sebagai akibat dari Terapi Bekam. Dianjurkan untuk dilakukan studi lebih lanjut dengan menggunakan sample penelitian yang lebih besar dan waktu yang lebih lama.
Sumber dari artikel :
knee-radiologyKaleem Ullah, Ahmed Younis & Mohamed Wali: An investigation into the effect of Cupping Therapy as a treatment for Anterior Knee Pain and its potential role in Health Promotion.: The Internet Journal of Alternative Medicine. 2007; Volume 4, Number 1.
Kaleem Ullah, MSc Physiotherapy, University of East Anglia UK
Ahmed Younis, Principal Lecturer St Georges University of London UK
Mohamed Wali, St Georges University of London UK
Untuk informasi Bekam hubungi :
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara
Telp./WA 08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC
Source:
http://theraafiat.blogspot.com
http://senimistik.blogspot.com
http://therainstitute.blogspot.com
http://hypnoramping.blogspot.com
http://gurahcor.blogspot.com
http://pemijit.blogspot.com
http://bekammedik.blogspot.com
http://hypnowriting.blogspot.com
http://obatjamu.blogspot.com
http://therainstitute.com
http://rukyahsyariyyah.blogspot.com
http://hypnotistherapy.blogspot.com
Bekam bukanlah pengobatan klenik dan pengobatan paranormal. Karena pengobatan bekam memiliki ciri-ciri :
1. Ilmunya didapat dengan belajar, walaupun bisa dipelajari tanpa guru.
2. Siapa saja yang belajar bekam pasti bisa melakukannya.
3. Tidak bisa dilakukan dengan jarak jauh.
4. Kesembuhan diperoleh dengan proses membekamnya, bukan karena orang yang membekam.
5. Bekam tidak menimbulkan efek, walaupun yang dibekam tidak percaya.
Berdasarkan ciri di atas maka jelaslah bahwa bekam bukanlah ilmu sihir melainkan ilmu pengobatan ilmiah. Agar lebih lengkap berikut ini penjelasan dari jurnal ilmiah di Inggris :
Penelitian Pengaruh Terapi Bekam untuk Penanganan Nyeri Lutut Anterior (Bagian Depan) dan potensi peranannya dalam Promosi Kesehatan
Objektif:
Untuk mengetahui pengaruh Terapi Bekam dalam tingkatan patofisiologis pada penanganan Nyeri lutut anterior (bagian depan) dan dampaknya terhadap kualitas hidup serta kenyamanan.
Metode:
Survei eksperimen menggunakan percobaan klinis dan kuesioner. Penelitian lanjutan dilakukan selama tiga minggu untuk mengetahui pengaruh jangka panjang efek terapi dengan menggunakan penilaian obyektif maupun subyektif. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengetahui berapa banyak variabel independen menyebabkan peserta penelitian mengalami perubahan (Dane, 1990).
Hasil:
Terdapat perbedaan statistik yang signifikan dalam tingkat rasa sakit, kenyamanan dan rerata pergerakan pada pasien dengan nyeri lutut anterior antara sebelum dan setelah bekam (P <0,05).
Pendahuluan
Bekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam perawatan dan pengobatan berbagai masalah kesehatan diantaranya : Penyakit darah seperti hemofili dan hipertensi, Penyakit reumatik mulai dari artritis, sciatica/nyeri panggul, sakit punggung, migren, gelisah/anxietas dan masalah fisik umum maupun mental. Tujuan bekam adalah untuk membuang darah dari dalam tubuh yang diyakini dapat merusak tubuh dan pada gilirannya berpotensi merugikan mulai dari gejala biasa sampai yang mengarah pada menurunnya derajat kesehatan.
Sejarah dan asal mula Terapi Bekam
Secara tradisional, Terapi bekam telah dipraktekkan oleh banyak budaya dalam satu bentuk atau lainnya. Di Inggris praktek Terapi bekam juga telah tercatat dalam kurun waktu yang lama dengan salah satu jurnal kesehatan ‘The Lancet‘ yang diberi nama setelah adanya praktek ini. Lanset merupakan salahsatu peralatan bedah tradisional yang digunakan untuk membuang kelebihan darah yakni venaseksi dan digunakan untuk membedah bisul (Abses). Kata dalam bahasa Arab untuk Terapi Bekam adalah Al-Hijamah yang berarti untuk mengurangi ukuran yakni untuk mengembalikan tubuh pada kondisi alamiah.
Praktek Al-Hijamah telah menjadi bagian dari budaya Timur Tengah selama ribuan tahun sebagaimana telah ada pada catatan di zaman Hipokrates (400 SM). Di belahan barat, yang pertama melakukan Terapi Bekam adalah orang-orang Mesir kuno, dan yang tertua terekam dalam Textbook berjudul “ Ebers Papyrus” yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di negeri Mesir menyebutkan masalah bekam (Curtis, 2005).
Terapi bekam secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori: Bekam kering (Dry Cupping) dan Bekam basah (Wet Cupping). Terapi bekam kering cenderung lebih banyak dipraktekkan di wilayah Timur Jauh, sedangkan Bekam basah menjadi favorit di wilayahTimur Tengah dan Eropa Timur. Untuk tujuan penelitian ini dilakukan penyelidikan Terapi bekam basah yang kemudian disebut sebagai Terapi Bekam.
Penggunaan Terkini Terapi Bekam
Pengobatan Komplementer dan Alternatif (CAM= Complementary and Alternative Medicine) akhir-akhir ini menjadi lebih populer di masyarakat dan mendapatkan kredibilitas dalam dunia Biomedis kesehatan (Hill, 2003). Survei menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari penduduk Inggris (Ernst, 1996) dan sedikit lebih tinggi di Amerika Serikat (Wootton dan Sparber, 2001) menggunakan CAM. Selain itu, mainstream dunia kesehatan yang meminta bukti lebih lanjut untuk CAM semakin tertarik pada beberapa bentuk CAM (Hoffman, 2001).
Khasiat Medis dari Terapi Bekam
Menurut Hennawy (2004), Terapi Bekam diindikasikan untuk penanganan gangguan darah, mengobati nyeri, inflamasi/peradangan, relaksasi fisik dan mental, varises pada pembuluh darah vena dan masase jaringan dalam serta memberikan hingga 50% peningkatan pada tingkat kesuburan.
Prinsip-prinsip Akupunktur dan Akupressure sangatlah mirip dengan Terapi Bekam basah, hanya saja pada bekam basah melibatkan pengeluaran darah sedangkan pada Akupunktur dan Akupressure menggunakan isapan dan stimulasi pada titik-titik tertentu untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pengeluaran darah (Blood letting) itu sebenarnya merupakan salahsatu di antara teknik Akupunktur tertua (Dharmananda, 2004). Diperkirakan bahwa Akupunktur awalnya merupakan metode penusukan bisul dari kulit, kemudian dikembangkan untuk mengeluarkan “darah kotor” yang umumnya disertai cedera atau demam dan pada akhirnya dapat mengeluarkan roh jahat dan atmosfir Qi yang jelek (terutama “angin”) keluar dari dalam tubuh (Unschuld, 1985).
Fokus perhatian kembali pada penelitian tradisi pengobatan Cina dimana penemuan Akupressure dan Akupunktur dalam meredakan nyeri telah membuktikan bahwa dengan metode tersebut dapat melepaskan zat seperti morfin (Endorfin), Serotonin atau Kortisol yang pada akhirnya dapat meredakan nyeri dan membantu memperbaiki status fisiologis individu (Schulte, 1996). Akupressure dan Akupunktur dalam faktanya telah digunakan dan terbukti berguna untuk meredakan nyeri dan penanganan addiksi/ketagihan (Schulte, 1996; Hinze, 1988; Cadwell, 1998).
Pada tingkat biologis;
Akupressure dan Akupunktur bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan
(1) sistem kekebalan tubuh;
(2) Pengeluaran Enkefalin;
(3) Pelepasan neurotransmitter
(4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta
(5) Gerbang rasa nyeri pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensari rasa nyeri (NIH Consensus Development Panel, 1998; Schulte, 1996). Akhirnya, diyakini bahwa perangsangan pada titik Akupuntur dapat mengakibatkan Gerbang nyeri menjadi kewalahan dengan cara meningkatkan frekuensi impulse, sehingga akhirnya menutup gerbang dan dapat meredakan nyeri (Oumeish, 1998; Cadwell, 1998).
Menurut Institut Kesehatan Nasional (NIH) Consensus Development Panel (1997), Akupunktur juga efektif menangani mual dan muntah akibat kemoterapi, mual pada kehamilan, sakit gigi, adjunct therapy, kasus addiksi, rehabilitasi stroke, sakit kepala, kram haid, tennis elbow, fibromyalgia, nyeri punggung bawah (LBP), carpal tunnel syndrome, asma dan sebagainya (Lee, 2001). Mengingat relatif rendahnya biaya CAM pada umumnya sehingga integrasi antara terapi dalam mainstream kesehatan publik tidak diragukan lagi akan dapat meringankan beban keuangan dan waktu pada sistem sistem kesehatan kita ini.
Sebagaimana bekam juga ditujukan sebagai terapi yang efektif untuk penanganan nyeri dan memiliki kesamaan dengan teori Akupunktur dan Akupressure, sehingga sangatlah mungkin Terapi Bekam memiliki aksi mekanisme biologis yang sama pula seperti disebutkan diatas dalam hal meredakan nyeri.
Penelitian Pengaruh Terapi Bekam untuk Penanganan Nyeri Lutut Anterior (Bagian Depan) dan potensi peranannya dalam Promosi Kesehatan
Kesimpulan
Penelitian ini bukan ditujukan untuk suatu bagian penyelidikan semata tapi untuk melaksanakan perubahan dalam praktek kesehatan. Lebih dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan juga meningkatkan kesadaran mengenai penanganan dengan terapi bekam dan mendapatkan hal-hal penting yang berkaitan dengan hal tersebut. Keampuhan dari penggunaan bekam untuk nyeri lutut anterior, Range Gerakan dan kenyamanan telah mengungkapkan hasil penelitian yang memiliki perbedaan signifikan secara statistik dalam mendukung Terapi Bekam. Diharapkan juga bahwa sebagai sebuah tindakan, Terapi Bekam perlu diatur dan dilakukan pencatatan oleh para praktisi yang mengembangkannya. Penelitian jangka panjang lanjutan yang berkaitan dengan efek Terapi Bekam harus dilakukan untuk masalah musculoskeletal (otot dan tulang) yang lain.
Setelah dilakukan penelitian mengenai keampuhan (Efikasi) Terapi bekam untuk penanganan nyeri lutut anterior serta kenyamanan dan pergerakannya, hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan pada peserta penelitian sebagai akibat dari Terapi Bekam. Dianjurkan untuk dilakukan studi lebih lanjut dengan menggunakan sample penelitian yang lebih besar dan waktu yang lebih lama.
Sumber dari artikel :
knee-radiologyKaleem Ullah, Ahmed Younis & Mohamed Wali: An investigation into the effect of Cupping Therapy as a treatment for Anterior Knee Pain and its potential role in Health Promotion.: The Internet Journal of Alternative Medicine. 2007; Volume 4, Number 1.
Kaleem Ullah, MSc Physiotherapy, University of East Anglia UK
Ahmed Younis, Principal Lecturer St Georges University of London UK
Mohamed Wali, St Georges University of London UK
Untuk informasi Bekam hubungi :
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara
Telp./WA 08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC
Source:
http://theraafiat.blogspot.com
http://senimistik.blogspot.com
http://therainstitute.blogspot.com
http://hypnoramping.blogspot.com
http://gurahcor.blogspot.com
http://pemijit.blogspot.com
http://bekammedik.blogspot.com
http://hypnowriting.blogspot.com
http://obatjamu.blogspot.com
http://therainstitute.com
http://rukyahsyariyyah.blogspot.com
http://hypnotistherapy.blogspot.com
Kamis, 19 Maret 2015
Pengantar Bekam
Pengantar Bekam
Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit menurut faham umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (ØØ¬Ø§Ù…Ø©) yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam.
Di Indonesia [1] dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.
[2]. “Cupping used to : drain excess fluids and toxins, loosen adhesions and lift connective tissue, bring blood flow to stagnant skin and muscles and stimulate the peripheral nervous system”
[3]. Dengan melakukan penghisapan/vakum maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.
[4]. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan :
(1) sistem kekebalan tubuh,
(2)Pengeluaran Enkefalin,
(3)Pelepasan neurotransmiter,
(4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta
(5) “the gates for pain” pada Sistem Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensasi rasa nyeri.
[5] Apabila dilakukan pembekaman pada titik bekam, maka akan terjadi kerusakan mast cell dan lain-lain pada kulit, jaringan bawah kulit ( sub kutis), fascia dan ototnya. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.
[6] Bekam adalah satu teknik pengobatan menggunakan sarana gelas, tabung, atau bambu yang prosesnya di awali dengan melakukan pengekopan (membuat tekanan negatif dalam gelas, tabung, atau bambu) sehingga menimbulkan bendungan lokal di permukaan kulit dengan tujuan agar sirkulasi energi Qi.
[7] dan Xue meningkat, menimbulkan efek analgetik, anti bengkak, mengusir patogen angin dingin maupun angin lembap, mengeluarkan racun, serta oxidant dalam tubuh. Pada teknik bekam basah, setelah terjadi bendungan lokal, terapis lanjutkan prosesnya dengan penyayatan permukaan kulit memakai pisau bedah atau penusukan jarum bekam agar darah kotor bisa dikeluarkan.
[8] Penelitian lain menunjukkan bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.
[9] Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.
[10]. Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan dalam hadist Bukhari :
Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : "Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas." (Hadist Bukhari)
Diposkan 3rd May 2012 oleh CITAM WIYONO
Untuk informasi Bekam hubungi :
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara
Telp./WA 08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC
Source:
http://theraafiat.blogspot.com
http://senimistik.blogspot.com
http://therainstitute.blogspot.com
http://hypnoramping.blogspot.com
http://gurahcor.blogspot.com
http://pemijit.blogspot.com
http://bekammedik.blogspot.com
http://hypnowriting.blogspot.com
http://obatjamu.blogspot.com
http://therainstitute.com
http://rukyahsyariyyah.blogspot.com
Label:
ACTH,
Bekam,
CNS,
Cupping,
Enkefalin,
Manfaat Bekam,
perifer,
RS Thera Afiat,
Serotonin. CRF,
Thera Afiat,
thera institute,
verri JP MA
Langganan:
Postingan (Atom)







