Tampilkan postingan dengan label Bekam Sunter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bekam Sunter. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2019

Landasan Terapi Bekam



LANDASAN TERAPI BEKAM

9 (sembilan) dasar landasan hukum atau dalil yang menguatkan praktek pengobatan bekam atau hijamah, antara lain.

1.'Dalil yang terdapat dalam hadits riwayat Bukhari, disebutkan:
الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ
Artinya:
“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.”

2. Dalil yang terdapat dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda:
إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ
Artinya:
“Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).”

3. Dalil yang terdapat dalam hadits, dari Jabir Almuqni berkata, "Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rosulullah Sholollohu Alaihi Wasalam bersabda, "Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan."

4. Dalil yang terdapat dalam hadits, , dari Ibnu Umar, Rosulullah Sholollohu Alaihi Wasalam bersabda, ”Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada, melainkan para malaikat mengatakan, ”Hai Muhammad,perintahkan umatmu untuk berbekam,karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kits, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan ”.

5. Dalil yang terdapat dalam hadits, dari Annas bin Malik Rosulullah Sholollohu Alaihi Wasalam bersabda, "Sesungguhnya pengobatan yang paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah ( Bekam )”.

6. Dalil yang terdapat dalam hadits, dari Ibnu Abbas r.a, Rosulullah Sholollohu Alaihi Wasalam bersabda, ”Sebaik-baik hamba adalah juru bekam, ia membuang darah, meringankan tulang rusuk, dan menajamkan penglihatan”.

7. Dalil yang terdapat dalam hadits, dari Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya Garibul Hadits melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila, "Rosululloh melakukan bekam pada kepalanya dengan tanduk ketika disihir orang”.

8. Dalil yang terdapat dalam hadits, dari Salma, seorang pelayan rosululloh Sholollohu Alaihi Wasalam bercerita, "Tidak seorangpun mengadukan rasa sakit di kepalanya kepada Rosulullah Sholollohu Alaihi Wasalam melainkan beliau mengatakan, "Berbekamlah ”.

9.'Dalil yang terdapat dalam hadits, dari Imam At-Thabrani, bahwa Nabi Muhammad Sholollohu Alaihi Wasalam bersabda, "Hendaklah kalian melakukan pengobatan dengan bekam ditengah tengkuk, karena sesungguhnya hal ini merupakan obat dari 72 penyakit.”

Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941

Minggu, 06 Mei 2018

Mengapa Darah Bekam Sedikit



MENGAPA DARAH BEKAM SEDIKIT ?

Sebagian besar terapis mungkin tidak mantap rasanya kalau darah bekam yg keluar sedikit, mereka beranggapan bahwa darah bekam yg sedikit menunjukan efek pengobatan dari bekam tidak maksimal.
Hal ini belum tentu 100% benar karena ada reaksi biokimia yang bersifat terapeutik dan menguntungkan tubuh pada saat penyayatan disamping darah bekam yg keluar.

Pada saat dilakukan insisi di kulit, akan terjadi kerusakan mast cell dll. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamin, Bradikinin, slow reacting substance (srs), dll.

Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi ditempat yang jauh dari tempat pembekaman, ini menyebabkan terjadi perbaikan mikro sirkulasi pembuluh darah.

Akibatnya timbul efek relaksasi/pelemasan otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya Corticotropin Releasing factor (CRF) serta releasing factor lainnya oleh adeno hipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya Adreno Corticotropic Hormone (ACTH) , Kortikotropin, dan Kortikosteroid. Kortikosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

Sedangkan golongan histamin yang ditimbulkannya memberi manfaat dalam proses reparasi (perbaikan) sel dan jaringan yang rusak, serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell, yang akan meninggikan daya resistensi (daya tahan) dan imunitas tubuh.

Sistem ini terjadi melalui pembentukan interleukin dari cell karena faktor neural, peningkatan jumlah sel T karena peningkatan set-enkephalin, enkephalin dan endorphin yang merupakan mediator antara susunan saraf pusat dan sistem imun, substansi P yang mempunyai fungsi parasimpatis dan sistem imun, serta peranan kelenjar pituitary dan hypothalamus anterior yang memproduksi CRF.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa pembekaman dikulit akan menstimulasi dengan kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spino thalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin.

Sedangkan sebagian rangsangan lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.

Efek lainnya adalah dilatasi pembuluh darah kulit, dan peningkatan kerja jantung.
Pada sistem endokrin terjadi pengaruh pada sistem sentral melalui hypothalamus dan pituitari sehingga menghasilkan ACTH, TSH, FSH-LH, ADM.
Sedangkan melalui sistem perifer langsung berefek pada organ untuk menghasilkan hormon-hormon insulin, thyroxin, adrenalin, corticotropin ,estrogen, progesteron, dan testosteron.

Dan perlu digaris bawahi bahwa yang menentukan bukanlah jumlah darah bekamnya tetapi jumlah Causative Pathological Substansi (CPS) atau Substansi Penyebab Penyakit / oksidan yg bisa dikeluarkan dari tubuh kita. Source Widjaja.

Di bulan Mei tahun 2018 ini,
tanggal berbekam sunah InsyaAllah jatuh pada :

✅ kamis  17 Syaban 1439 H= 3 Mei 2018
✅ Sabtu  19 Syaban 1439 H = 5 Mei 2018
✅Senin  21 Syaban 1439 H = 7 Mei 2018

💫
Untuk Jakarta Utara bisa hubungi ;

Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941

Untuk peta alamat bisa klick google map berikut :
https://goo.gl/maps/9k5vJNmz1iM2

Sabtu, 07 April 2018

Rabu, 10 Mei 2017

Bekam Saat Puasa Bolehkah?


*Bolehkah Bekam Ketika Puasa*
 Dan Jadwal  Sunah Bekam Mei 2017
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keringanan (rukhsoh) bagi orang yang berpuasa untuk mencium istrinya dan berbekam.”

Bukhari membawakan Bab ‘Bekam dan Muntah bagi Orang yang Berpuasa’. Beliau membawakan beberapa riwayat, di antaranya :

[Riwayat pertama]

وَيُرْوَى عَنِ الْحَسَنِ عَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ مَرْفُوعًا فَقَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ

Diriwayatkan dari Al Hasan dari beberapa sahabat secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Beliau berkata, “Orang yang melakukan bekam dan yang dibekam batal puasanya.” [Hadits ini juga dikeluarkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah dan Ad Darimi. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ no. 931 mengatakan bahwa hadits ini shohih]

[Riwayat kedua]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – احْتَجَمَ ، وَهْوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهْوَ صَائِمٌ .

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbekam dalam keadaan berihrom dan berpuasa.

[Riwayat ketiga]

يُسْأَلُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ – رضى الله عنه – أَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ الْحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ قَالَ لاَ . إِلاَّ مِنْ أَجْلِ الضَّعْفِ

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ditanya, “Apakah kalian tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?” Beliau berkata, “Tidak, kecuali jika bisa menyebabkan lemah.”
Ketiga riwayat di atas adalah riwayat yang shohih.

Menurut jumhur (mayoritas ulama) yaitu Imam Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi’i, berbekam tidaklah membatalkan puasa. Pendapat ini juga dipilih oleh Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Anas bin Malik, Abu Sa’id Al Khudri dan sebagian ulama salaf.

Di antara alasan bahwa bekam tidaklah membatalkan puasa :

[Alasan pertama]

Boleh jadi hadits yang menjelaskan batalnya orang yang melakukan bekam dan dibekam adalah hadits yang telah dimansukh (dihapus) dengan hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudri. Beliau radhiyallahu ‘anhu berkata,

رَخَّصَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فِى الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ وَالْحِجَامَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keringanan (rukhsoh) bagi orang yang berpuasa untuk mencium istrinya dan berbekam.” (HR. Ad Daruquthni, An Nasa’i dalam Al Kubro, dan Ibnu Khuzaimah)

Ad Daruqutni mengatakan bahwa semua periwayat dalam hadits ini tsiqoh/terpercaya kecuali Mu’tamar yang meriwayatkan secara mauquf –yaitu hanya sampai pada sahabat-. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ (4/74) mengatakan bahwa semua periwayat hadits ini tsiqoh/terpercaya, akan tetapi dipersilihkan apakah riwayatnya marfu’ –sampai pada Nabi- atau mawquf –sampai sahabat-.

Ibnu Hazm mengatakan, “Hadits yang menyatakan bahwa batalnya puasa orang yang melakukan bekam dan orang yang dibekam adalah hadits yang shohih –tanpa ada keraguan sama sekali-. Akan tetapi, kami menemukan sebuah hadits dari Abu Sa’id : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keringanan (rukhsoh) bagi orang yang berpuasa untuk berbekam”. Sanad hadits ini shohih.

Maka wajib bagi kita untuk menerimanya. Yang namanya rukhsoh (keringanan) pasti ada setelah adanya ‘azimah (pelarangan) sebelumnya. Hadits ini menunjukkan bahwa hadits yang menyatakan batalnya puasa dengan berbekam (baik orang yang melakukan bekam atau orang yang dibekam) adalah hadits yang telah dinaskh (dihapus).”
Setelah membawakan pernyataan Ibnu Hazm di atas, Syaikh Al Albani dalam Irwa’ (4/75) mengatakan, “Hadits semacam ini dari berbagai jalur adalah hadits yang shohih –tanpa ada keraguan sedikitpun-. Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa hadits yang menyatakan batalnya puasa karena bekam adalah hadits yang telah dihapus (dinaskh). Oleh karena itu, wajib bagi kita mengambil pendapat ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Hazm rahimahullah di atas.”

[Alasan Kedua]

Pelarangan berbekam ketika puasa yang dimaksudkan dalam hadits adalah bukan pengharaman. Maka hadits: “Orang yang melakukan bekam dan yang dibekam batal puasanya” adalah kalimat majas. Maksudnya adalah bahwa orang yang membekam dan dibekam bisa terjerumus dalam perkara yang bisa membatalkan puasa. Yang menguatkan hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh ‘Abdur Rahman bin Abi Layla dari salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْحِجَامَةِ وَالْمُوَاصَلَةِ وَلَمْ يُحَرِّمْهُمَا إِبْقَاءً عَلَى أَصْحَابِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berbekam dan puasa wishol –namun tidak sampai mengharamkan-, ini masih berlaku bagi sahabatnya.” (HR. Abu Daud no 2374. Hadits ini tidaklah cacat, walaupun nama sahabat tidak disebutkan. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud mengatakan bahwa hadits ini shohih.)

Hadits di atas menunjukkan bahwa bekam dimakruhkan bagi orang yang lemah jika dibekam. Hal ini juga dikuatkan dengan riwayat lain dalam shohih Bukhari dari Anas bin Malik sebagaimana telah disebutkan di atas.

أَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ الْحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ قَالَ لاَ . إِلاَّ مِنْ أَجْلِ الضَّعْفِ

“Apakah kalian tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?” Anas mengatakan, “Tidak, kecuali jika bisa menyebabkan lemah.” (HR. Bukhari no. 1940)

Dengan dua alasan di atas, maka pendapat mayoritas ulama dinilai lebih kuat yaitu bekam tidaklah membatalkan puasa. Akan tetapi, bekam dimakruhkan bagi orang yang bisa jadi lemas karena berbekam. Dan boleh jadi juga diharamkan jika hal itu menjadi sebab batalnya puasa orang yang dibekam. Hukum ini berlaku juga untuk donor darah. Wallahu a’lam.

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sunah bekam bulan Mei 2017
14/5, 16/5 dan 18/5 2017. Bertepatan dengan 17,19, dan 21/syaban 1438 H.

Hubungi Rumah Sehat Thera Afiat
Jl.Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa  Gading, Jakarta Utara
Telp. 08111494599

Artikel https://theraafiat.blogspot.com

Sabtu, 02 Juli 2016

Bekam untuk Tingkatkan Stamina Pemudik


Meningkatkan stamina dalam perjalanan

Ada pepatah China "Jangan Anda melakukan perjalanan dengan orang yg st 36nya belum dipanasi karena staminanya tidak akan baik".

ST36 (zusanli) merupakan titik yang sangat populer di seluruh dunia, sangat baik untuk meningkatkan stamina tubuh. Sangat cocok untuk orang yang akan mudik.
Caranya bisa dengan menempelkan koyo cabe atau koyo putih bagi yang kulitnya sensitif, sebesar 3 mm atau sebesar kuku jari kelingking. Bisa juga dengan menempelkan 1 butir lada pada titik tersebut dengan plester.
Selain itu bisa juga dibekam basah.


Zusanli terletaj pada 4 jaro dibawah patela (tempurung lutut) 1 jari keluar dari tulang kering /lateral dari krista tibia.  (Abuzahro)

Untuk bekam bisa hubungi :

 http://theraafiat.blogspot.co.id/2016/07/meningkatkan-stamina-pemudik.html?m=1

 Http://bekammedik.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247

Sabtu, 25 Juni 2016

Asam Urat, Bekam dan Herbalnya


Asam Urat, Bekam & Herbalnya.

Penyakit Asam Urat (gout) adalah penyakit di mana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang meningkat maupun pembuangannya melalui ginjal yang tidak sempurna, atau bisa juga dikarenakan akibat peningkatan asupan makanan yang kaya zat purin.

Gout terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh akan asam urat karena kadarnya yang tinggi. Penumpukan tersebut menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Purin yang berbentuk kristal dihasilkan akibat proses metabolisme tubuh (ginjal) yang gagal dalam menetralisasi makanan (darah) yang banyak mengandung purin seperti sayur bayam, kangkung, kacang-kacangan, daging, jeroan, ikan sarden dllnya.

Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, pada semua ras manusia.
Gout jarang ditemukan pada wanita, sekitar 95% penderita Gout adalah kalangan pria terutama yang berusia 40 tahun keatas yang mengalami obesitas dan ketergantungan kepada alkohol.

Gejala Asam Urat.
1. Pada tahap awal kenaikan kadar asam urat dalam darah, tidak terdapat gejala apapun.
2. Selang beberapa waktu, terjadi pengendapan kristal asam urat dipersendian sehingga menimbulkan rasa nyeri yang hebat.
3. Selang beberapa waktu kemudian, terjadi radang sendi yang banyak mengandung endapan asam urat, terutama pada persendian telapak kaki kecil yang disebut arthritis gout (gouty arthritis).
4. Setelah mengalami peradangan, sendi memerah, panas, nyeri, dan bengkak (paling banyak terjadi pada telapak kaki, terutama pada sendi pangkal ibu jari kaki) dalam beberapa kasus, gejala semakin hebat sehingga penderita gout tidak bisa memakai kaus kaki dan sepatu.
5. Terlalu sering berjalan kaki atau benturan kecil pada sendi dapat memperparah rasa nyeri pada pesakit asam urat.

Komplikasi Penyakit Asam Urat :
Batu Ginjal / Gagal Ginjal dan Jantung Koroner.

Salah satu fungsi ginjal adalah membersihkan darah dan mengeluarkan zat-zat yang merugikan bagi tubuh seperti urea, asam urat, amoniak, creatinin, garam anorganik, bakteri, dan juga obat-obatan. Jika zat tersebut tidak dikeluarkan maka akan menjadi racun yang dapat membahayakan kesehatan di dalam tubuh.

Ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dalam cairan tubuh dengan cara mengeluarkan kelebihan asam/basa melalui urine.

Untuk kasus penyakit asam urat apabila kadar asam urat dalam darah semakin tinggi, berarti semakin parahlah kondisi ginjal, ginjal yang semakin parah / lemah kondisinya ini pada ahirnya dapat memicu pembentukan batu ginjal yang ujung-ujungnya juga dapat mengakibatkan penyakit gagal ginjal.

Dalam jangka panjang pembentukan kristal asam urat yang terus menerus oleh tubuh (kristal asam urat yang berbentuk jarum / pedang yang tajam sebelum mengendap di sendi-sendi tulang juga ikut bergerak bersama darah keseluruh tubuh) dapat juga merusak lapisan bagian dalam pembuluh darah koroner pada jantung yang akan mengakibatkan penyakit gagal jantung.

Herbal Thibbun Nabawi apa saja yang bisa digunakan ?
1. Habbatus Sauda (Jintan hitam), dikonsumsi dan minyaknya dioleskan pada kaki yang lumpuh, karena ia merupakan obat untuk segala macam penyakit.
2. Minyak Zaitun dikonsumsi, berkhasiat untuk menurunkan kelebihan lemak jahat yang biasanya mengiringi pasien “Asam Urat”.
3. Air zam-zam diminum, diberikan apabila penyakit ini sudah disertai kerusakan pada fungsi ginjal yang parah.

Adapun herbal umum yang dapat membantu antara lain adalah :
1. Sari Teripang (Gamat) dan Spirulina.
2. Sirsak, dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan/minum tiap hari.
3. Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air, sampai tinggal 1 gelas, diminum pagi dan sore.
4. Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu dengan ukuran satu sendok madu ditambah 2 sendok makan cuka apel plus air hangat 50 cc dan diminum selama 1 minggu, pagi setelah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.
5. 60 gr akar sidaguri dicuci bersih, direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, minumlah 1/2 gelas pagi dan 1/2 gelas pada sore hari.

Efek Bekam terhadap Penyakit Asam Urat.
1. Bekam bisa mengeluarkan kristal asam urat dari persendian dan jaringan di sekitarnya, sehingga rasa nyeri berkurang dan tidak terjadi peradangan, warna merah dan pembengkakan pada persendian secara perlahan-lahan akan menghilang.
2. Zat Nitrit Oksida (NO) yang muncul akibat / efek dari pembekaman juga berfungsi mengurangi pembengkakan sendi yang sakit.
3. Zat Prostaglandin yang muncul akibat / efek dari pembekaman di tempat yang sakit juga mengurangi rasa sakit dari penyakit.
4. Bekam dapat memicu sekresi Zat Endorfin dan Enkefalin di dalam tubuh yang berfungsi sebagai pereda nyeri bawaan tubuh.
5. Bekam meredakan rasa nyeri dengan Gate Control Theory.
6. Jika ada masalah lain di dalam tubuh, yang menjadi penyebab terjadinya asam urat, seperti sakit ginjal, maka terapi bekam membantu meningkatkan kemampuan kerja ginjal dalam mengeluarkan Kristal asam urat di dalam urin.

Penting untuk diperhatikan:
1. Untuk mengurangi kristal asam urat di persendian, tidak bisa dilakukan melalui sekali pertemuan terapi bekam, namun diperlukan beberapa pertemuan, kadang-kadang mencapai tujuh kali pertemuan dengan interval waktu seminggu sekali.
2. Untuk memberikan dampak positif pada terapi bekam, haruslah disertai disiplin dalam mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang rendah kandungan asam urat serta menghindari konsumsi berbagai jenis daging merah dan kol.
3. Minum obat-obatan yang mengurangi kandungan asam urat bisa membantu terapi bekam, karena obat-obatan tidak bertentangan dengan bekam.
4. Penderita sakit harus berusaha rileks, tidak sering berjalan kaki ketika kadar asam urat dalam darahnya tinggi, sehingga tidak terkena risiko terjadinya peradangan sendi.
5. Kompres air hangat kadang-kadang bisa membantu penderita gout untuk mengurangi rasa nyeri.
6. Penderita gout hendaklah menggunakan berbagai sarana penyembuhan lain yang telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW seperti memperbanyak doa dan sedekah.
7. Untuk keterangan dan konsultasi yang lebih terperinci lagi silahkan hubungi terapis anda dikota anda masing-masing. (Abd. Sony)

http://bekammedik.blogspot.co.id/2016/06/asam-urat-bekam-dan-herbalnya.html?m=1
Http://theraafiat.blogspot.com

Bekam hubungi
Rumah sehat Thera Afiat
Jl kelapa Sawit Raya Blok DD no 15
Kelapa Gading
Jakarta Utara

Telp 08111494599
087883171247

Rabu, 22 Juni 2016

Bekam Sunah Juni 2016


Bekam sunah Juni 2016

Mari manfaatkan  waktu dengan menyempatkan memenuhi hak tubuh guna melakukan regenerasi sel.

Bekam adalah metode tepat yg dianjurkan oleh para ahli untuk melakukan detoksifikasi sel-sel darah yang sudah tidak berfungsi, dan  juga membantu tubuh mengeluarkan Toksin sisa metabolisme tubuh.

Tgl 22/06 - 27/06/16  adalah waktu Yg Paling di Anjurkan BerBekam .

1. Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)

2. Dari Said Bin Jabir berkata dari ibnu abbas r.a bahwa rasulullah bersabda "kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara : (1)meminum madu, (2) berbekam/hijamah, dan (3) kay dengan besi panas. Dan aku melarang umatku berobat dengan kay" (HR. Bukhari).

http://bekammedik.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com

Untuk Bekam  bisa hubungi *)
Rumah sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa sawit raya blok DD no. 15
Kelapa gading
Jakarta utara

Hp/wa 08111494599
08788317 1247

*)
Waktu bekam bisa pilih : siang  atau Malam

Senin, 20 Juni 2016

Sejarah Bekam China


Sejarah  cupping

Terapi cupping yg dimiliki pengobatan Cina tradisional, warisan dari beberapa ribu tahun, digunakan dengan  satu dari beberapa jenis cangkir, seperti cangkir bambu, gelas atau cangkir tanah, menempatkan mereka pada titik akupunktur atau meridian yang diinginkan pada pasien kulit, ataupun gabungan beberapa titik sebagai bentuk formasi membuat hemostasis lokal, kontraksi, reposisi jaringan, bahkan mengubah bentuknya dengan tujuan terapi  penyembuhan dan pemulihan.
Catatan paling awal dari cupping  adalah dalam Shu Bo (sebuah buku kuno yang ditulis pada sutra), yang ditemukan di sebuah makam kuno dari Dinasti Han pada tahun 1973. Beberapa metode cupping  dan catatan kasus pengobatan juga dijelaskan dalam buku-buku Cina awal. Zhao Xueming, dokter Cina berlatih lebih dari 200 tahun yang lalu, menyelesaikan sebuah buku berjudul "Ben Cao Gang Mu Shi Yi", di mana ia dijelaskan secara rinci sejarah dan asal-usul berbagai jenis  cupping, bentuk cupping, fungsi dan aplikasi.

Ada tujuh jenis utama praktek cupping di Cina:

1. Praktisi memanfaatkan kekuatan panas api untuk mencapai tekanan hisap (minus) di cangkir dan kemudian menerapkan bagian yang diinginkan dari tubuh.
 Ini adalah metode pertama statis terapi statis  cupping hisap, yang paling umum digunakan di klinik Cina. Bisa menggunakan kaca, tanduk, bambu atau yg lainnya
2.  cupping dgn pendarahan  (bekam basah), yang berisi dua langkah: sebelum cangkir hisap, praktisi harus membuat beberapa sayatan kecil dengan jarum atau plum-bunga bermata segitiga acupoint jarum menekan kuat untuk waktu yang singkat untuk menyebabkan bleeding
3. Cuppin bergerak (sliding), praktisi yang harus mengontrol hisap dengan menggerakkan lembut cangkir ke satu arah;
4. cupping kosong, yang berarti dikeluarkan setelah cangkir hisap tanpa penundaan juga tanpa cedera, atau sering disebut sebagai cupping quickly.
5. dengan uap, yaitu dengan cara merebus  bambu, mug dan herbal biasanya dimasukkan ke dalam panci dan didihkan bersama-sama, setelah 30 menit dari menerapkan cangkir hisap pada titik-titik tertentu. Tindakan ini berprinsip pada kondisi uap panas herbal dalam tabung bambu yang sekaliguas sebagai "kompres" lokal.
6. cupping air yang merupakan teknik untuk mengisi gelas atau cangkir bambu sepertiga penuh dengan air hangat dan meletakkannya cepat di daerah.
7. Cupping  modern, dengan hisap manual, udara mengosongkan gelas  dengan memompa udara keluar .
Setiap terapi cupping dapat digunakan untuk penyakit yang berbeda atau tujuan yang berbeda dari pengobatan.
Karena cupping secara luas digunakan dalam budaya cerita rakyat Cina, teknik ini telah diwariskan oleh para praktisi Cina modern. Pada tahun 1950 kemanjuran klinis dari cupping dikonfirmasi oleh perusahaan Penelitian Cina dan akupunktur dari bekas Uni Soviet, dan didirikan sebagai praktek terapi resmi di rumah sakit di seluruh China. Masalah ini secara substansial mendorong pengembangan memar.
(INOPATIP)

Http://bekammedik.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com

Untuk bekam hubungi :
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247

Bekam, Bekam Kelapa Gading, Bekam Kodamar, Bekam pulogadung, Bekam Pulomas, Bekam Semper, Bekam Sunter, Cupping, Sejarah Bekam China,

Minggu, 12 Juni 2016

Bekam Tidak Batalkan Puasa


BEKAM TIDAK MEMBATALKAN PUASA

PENDAPAT PERTAMA
Hadits tentang batalnya puasa bagi orang yang membekam dan dibekam adalah hadits yang telah diMANSUKH (dihapus), NANSAKHnya (gantinya) adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudri:
رَخَّصَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فِى الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ وَالْحِجَامَةِ

“Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam memberi keringanan (rukhsoh) bagi orang yang berpuasa untuk mencium istrinya dan berbekam.” (HR. Ad Daruquthni, An Nasa’i dalam Al Kubro, dan Ibnu Khuzaimah)

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لاَيُفْطِرُ مَنْ قَاءَ أَوْ مَنِ احْتَلًمَ وَلاَ مَنِ احْتَجَمَ
“Tidak batal puasa orang yang muntah atau orang yang bermimpi (basah) dan tidak juga orang yang berbekam”. [HR. Abu Dawud]

Ibnu Hazm mengatakan, “Hadits yang menyatakan bahwa batalnya puasa orang yang melakukan bekam dan orang yang dibekam adalah hadits yang shohih –tanpa ada keraguan sama sekali-. Akan tetapi, ada sebuah hadits dari Abu Sa’id Al Khudri yang mengatakan bahwa: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keringanan (rukhsoh) bagi orang yang berpuasa untuk berbekam”. Sanad hadits ini shohih. Maka wajib bagi kita untuk menerimanya. Yang namanya rukhsoh (keringanan) pasti ada setelah adanya ‘azimah (pelarangan) sebelumnya. Hadits ini menunjukkan bahwa hadits yang menyatakan batalnya puasa dengan berbekam (baik orang yang melakukan bekam atau orang yang dibekam) adalah hadits yang telah dinaskh (dihapus).”

Setelah membawakan pernyataan Ibnu Hazm di atas, Syaikh Al Albani dalam Irwa’ (4/75) mengatakan, “Hadits semacam ini dari berbagai jalur adalah hadits yang shohih –tanpa ada keraguan sedikitpun-. Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa hadits yang menyatakan batalnya puasa karena bekam adalah hadits yang telah dihapus (dinaskh). Oleh karena itu, wajib bagi kita mengambil pendapat ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Hazm rahimahullah di atas.”

PENDAPAT KEDUA
Pelarangan berbekam ketika puasa yang dimaksudkan dalam hadits adalah bukan PENGHARAMAN. Maka hadits: “Orang yang melakukan bekam dan yang dibekam batal puasanya” adalah kalimat majas. Maksudnya adalah bahwa orang yang membekam dan dibekam bisa terjerumus dalam perkara yang bisa membatalkan puasa. Yang menguatkan hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh ‘Abdur Rahman bin Abi Layla dari salah seorang sahabat Nabi, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْحِجَامَةِ وَالْمُوَاصَلَةِ وَلَمْ يُحَرِّمْهُمَا إِبْقَاءً عَلَى أَصْحَابِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berbekam dan puasa wishol –namun tidak sampai mengharamkan-, ini masih berlaku bagi sahabatnya.” (HR. Abu Daud no 2374. Hadits ini tidaklah cacat, walaupun nama sahabat tidak disebutkan. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud mengatakan bahwa hadits ini shohih.)

Hadits di atas menunjukkan bahwa bekam dimakruhkan BAGI ORANG YANG LEMAH lemah jika dibekam. Hal ini juga dikuatkan dengan riwayat lain dalam shohih Bukhari dari Anas bin Malik sebagaimana telah disebutkan di atas.
أَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ الْحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ قَالَ لاَ . إِلاَّ مِنْ أَجْلِ الضَّعْفِ

“Apakah kalian tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?” Anas mengatakan, “Tidak, kecuali jika bisa menyebabkan lemah.” (HR. Bukhari no. 1940)

Dengan alasan di atas, maka pendapat mayoritas ulama dinilai lebih kuat yaitu bekam tidaklah membatalkan puasa. Akan tetapi, bekam dimakruhkan bagi orang yang bisa jadi lemas karena berbekam. Dan boleh jadi juga diharamkan jika hal itu menjadi sebab batalnya puasa orang yang dibekam. Hukum ini berlaku juga untuk donor darah. Wallahu a’lam.

#dari berbagai sumber

 Http://bekammedik.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247

Jumat, 10 Juni 2016

Bekam Saat Puasa


Manfaat BEKAM saat berPUASA....

Rasululah SAW menyengajakan berbekam ketika shaum, karena kasiat bekam ketika shaum menjadi 2 kali lipat. shaum mampu mengangkat racun, melebarkan pembuluh darah menguatkan jantung, ginjal, paru, dan limpa.

Dari Abbas RA. "Rasulullah SAW menyengajakan berbekam sedang beliau dalam keadan shaum" HR Bukhari.

Mekanisme shaum yang luar biasa manfaatnya bagi tubuh akan menjadi sangat berkesan jika di sinergikan dengan hijamah/bekam. Shaum mampu mengangkat toksin dan sel sel yang sudah tidak diperlukan kepermukaan tubuh, sehingga sangat ideal jika pada saat yang sama juga dilakukan terapi bekam, kaena racun yang sudah ada dipermukaan tubuh akan tersedot tuntas oleh hisapan cop bekam.

Shaum juga mampu melebarkan pembuluh darah, sehingga bekam pada saat shaum merupakan bekam pada kondisi sirkulasi darah yang sangat baik. ini menyebabkan kesan dari proses bekan akan cepat direspon oleh tubuh, sehingga tujuan utama dari proses pembekaman yakni meningkatkan fungsi imunitas tubuh akan cepat tercapai dalam kondisi shaum tersebut.

Rasulullah SAW dan para sahabat sudah terbiasa melazimkan / merutinkan berbekam ketika shaum, karenanya dengan izin Allah mereka hidup dalam kesehatan yang paripurna/ holistik. Seorang sahabat yang sangat istikomah dalam mengamalkan berbekam ketika shaum salah satunya adalah Ibnu Umar RA.

Seorang sahabat yang dikenal sangat teguh memegang sunah Nabi SAW.

Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar RA biasa berbekam dalam keadaan berpuasa, sampai ketika beliau semakin tua dan fisiknya menjadi lemah, maka beliau meninggalkan berbekam disiang hari ketika shaum namun tetap melakukan nya pada malam harinya.

Inilah sedikit dari luasnya hikmah yang dapat kita ambil dari untaian sunah Rasululla SAW.

SEMOGA BERMANFAAT UNTUK SAHABAT (MWijaya)

Http://bekammedik.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com

Untuk bekam hubungi :
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247

Minggu, 29 Mei 2016

Manfaat Bekam


MANFAAT KESEHATAN DENGAN RAJIN TERAPI BEKAM

1. Menurunkan kholesterol & mencegah sakit jantung.
2. Mengobati asam urat & asam lambung.
3. Memperbaiki metabolisme tubuh.
4. Memperbaiki fungsi hati,ginjal & pankreas.
5. Menghancurkan batu empedu.
6. Detoksifikasi racun dlm tubuh.
7. Menetralisir tekanan darah tinggi.
8. Meningkatkan kerja ginjal & kantung kemih.
9. Meningkatkan stamina & mengurangi stres.
10. Meningkatkan sistem kerja hormon & enzim dalam tubuh. ( sangat bermanfaat bagi yg mengalami gangguan penyerapan zat-zat gizi.
11. Mengobati peradangan di dalam dan luar tubuh.
12. Mengobati impotensi & lemah syahwat.
13. Mengobati nyeri persendian, otot dan tulang.
14. Memelihara kesehatan saluran cerna.
15. Menetralisir dampak antibiotik dan obat2an jangka panjang.
16. Meringankan infeksi lambung & usus.
17. Mengobati alergi.
18. Mencegah penularan inveksi virus & bakteri.
19. Mengobati kista, miom, tumor & kanker.
20. Sebagai anti oksidan dari radikal bebas.
21. Anti aging.
22. Gangguan insomnia.
23. Mempercepat pemulihan metabolic.
24. Menyembuhkan penyakit saluran nafas, paru2, panas dalam dll.
25. Mempercepat pertumbuhan sel2 hati.
26. Anti alergi.
27. Meghilangkan pembekuan lemak di jaringan tubuh ( Trigleserida )
28. Dll

Bekam medis daerah Jakarta  utara
Hubungi :

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD no.15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp/wa 08111494599
087883171247

Http://bekammedik.blogspot.com
Http://theraafiat.blogspot.com

Senin, 23 Mei 2016

Bekam Sunah Mei 2016



Bekam sunah Mei 2016

Mari manfaatkan  waktu sempatkan memenuhi hak tubuh untuk melakukan regenerasi sel. Bekam adalah metode tepat yg dianjurkan oleh para ahli untuk melakukan detoksifikasi sel sel darah yg sudah tidak berfungsi dg baik,terlebih sel sel darah yg sudah mati juga membantu tubuh mengeluarkan Toksin sisa metabolisme tubuh dan toksin yg bersumber dari makanan. Minuman dan udara yg kita hirup sudah tidak segar.

Tgl 22sd 26 Maret adalah waktu Yg Paling di Anjurkan BerBekam ..

1. Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)

2. Dari Said Bin Jabir berkata dari ibnu abbas r.a bahwa rasulullah bersabda "kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara : (1)meminum madu, (2) berbekam/hijamah, dan (3) kay dengan besi panas. Dan aku melarang umatku berobat dengan kay" (HR. Bukhari)

tanggal sunah bulan mei 2016 bertepatan dengan tanggal 24, 26, dan 28 Mei 2016

Http://theraafiat.blogspot.co.id
Http://bekammedik.blogspot.com

Bekam sunah hubungi
Rumah sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa sawit raya blok DD no. 15
Kelapa gading
Jakarta utara

Hp/wa 08111494599
08788317 1247

Rabu, 18 Mei 2016

Bekam pengobatan ilmiah


Bekam Merupakan Pengobatan Ilmiah

Bekam bukanlah pengobatan klenik dan pengobatan paranormal. Karena pengobatan bekam memiliki ciri-ciri :
1. Ilmunya didapat dengan belajar, walaupun bisa dipelajari tanpa guru.
2. Siapa saja yang belajar bekam pasti bisa melakukannya.
3. Tidak bisa dilakukan dengan jarak jauh.
4. Kesembuhan diperoleh dengan proses membekamnya, bukan karena orang yang membekam.
5. Bekam tidak menimbulkan efek, walaupun yang dibekam tidak percaya.

Berdasarkan ciri di atas maka jelaslah bahwa bekam bukanlah ilmu sihir melainkan ilmu pengobatan ilmiah. Agar lebih lengkap berikut ini penjelasan dari jurnal ilmiah di Inggris :

Penelitian Pengaruh Terapi Bekam untuk Penanganan Nyeri Lutut Anterior (Bagian Depan) dan potensi peranannya dalam Promosi Kesehatan

Objektif:
Untuk mengetahui pengaruh Terapi Bekam dalam tingkatan patofisiologis pada penanganan Nyeri lutut anterior (bagian depan) dan dampaknya terhadap kualitas hidup serta kenyamanan.

Metode:
Survei eksperimen menggunakan percobaan klinis dan kuesioner. Penelitian lanjutan dilakukan selama tiga minggu untuk mengetahui pengaruh jangka panjang efek terapi dengan menggunakan penilaian obyektif maupun subyektif. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengetahui berapa banyak variabel independen menyebabkan peserta penelitian mengalami perubahan  (Dane, 1990).

Hasil:
Terdapat perbedaan statistik yang signifikan dalam tingkat rasa sakit, kenyamanan dan rerata pergerakan pada pasien dengan nyeri lutut anterior antara sebelum dan setelah bekam (P <0,05).

Pendahuluan
Bekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam perawatan dan pengobatan berbagai masalah kesehatan diantaranya : Penyakit darah seperti hemofili dan hipertensi, Penyakit reumatik mulai dari artritis, sciatica/nyeri panggul, sakit punggung, migren, gelisah/anxietas dan masalah fisik umum maupun mental. Tujuan bekam adalah untuk membuang darah dari dalam tubuh yang diyakini dapat merusak tubuh dan pada gilirannya berpotensi merugikan mulai dari gejala biasa sampai yang mengarah pada menurunnya derajat kesehatan.

Sejarah dan asal mula Terapi Bekam
Secara tradisional, Terapi bekam telah dipraktekkan oleh banyak budaya dalam satu bentuk atau lainnya. Di Inggris praktek Terapi bekam juga telah tercatat dalam kurun waktu yang lama dengan salah satu jurnal kesehatan ‘The Lancet‘ yang diberi nama setelah adanya praktek ini. Lanset merupakan salahsatu peralatan bedah tradisional yang digunakan untuk membuang kelebihan darah yakni venaseksi dan digunakan untuk membedah bisul (Abses). Kata dalam bahasa Arab untuk Terapi Bekam adalah Al-Hijamah yang berarti untuk mengurangi ukuran yakni untuk mengembalikan tubuh pada kondisi alamiah.

Praktek Al-Hijamah telah menjadi bagian dari budaya Timur Tengah selama ribuan tahun sebagaimana telah ada pada catatan di zaman Hipokrates (400 SM). Di belahan barat, yang pertama melakukan Terapi Bekam adalah orang-orang Mesir kuno, dan yang tertua terekam dalam Textbook berjudul “ Ebers Papyrus” yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di negeri Mesir menyebutkan masalah bekam  (Curtis, 2005).
 Terapi bekam secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori: Bekam kering (Dry Cupping) dan Bekam basah (Wet Cupping). Terapi bekam kering cenderung lebih banyak dipraktekkan di wilayah Timur Jauh, sedangkan Bekam basah menjadi favorit di wilayahTimur Tengah dan Eropa Timur. Untuk tujuan penelitian ini dilakukan penyelidikan Terapi bekam basah yang kemudian disebut sebagai Terapi Bekam.

Penggunaan Terkini Terapi Bekam
Pengobatan Komplementer dan Alternatif (CAM= Complementary and Alternative Medicine) akhir-akhir ini menjadi lebih populer di masyarakat dan mendapatkan kredibilitas dalam dunia Biomedis kesehatan  (Hill, 2003). Survei menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari penduduk Inggris  (Ernst, 1996) dan sedikit lebih tinggi di Amerika Serikat  (Wootton dan Sparber, 2001) menggunakan CAM. Selain itu, mainstream dunia kesehatan yang meminta bukti lebih lanjut untuk CAM semakin tertarik pada beberapa bentuk CAM  (Hoffman, 2001).

Rumah Bekam
THERA AFIAT
jl.Kelapa sawit raya blok DD no. 15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp. 08111494599

Jumat, 13 Mei 2016

Bekam Terbaik Bulan Mei 2016



*WAKTU TERBAIK UNTUK BERBEKAM bulan MEI 2016

*Hari Terbaik untuk berBEKAM adalah 17, 19 dan 21 bulan Hijriah. ( HR Abu Hurairah )

*Gaya GRAVITASI BULAN sedang Kuat-kuatnya terhadap BUMI TERUTAMA di tanggal-tanggal GANJILnya sehingga kondisi Darah menjadi Bergejolak dan berada di Permukaan, jadi saat Manusia berBEKAM di waktu ini akan Maksimal dan Efektif untuk mengeluarkan Darah Statis,Darah Kotor,Racun-racun dalam darah dan Sumbatan-sumbatan Darah.

*Diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan, ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena Gaya Gravitasi Bulan yang sangat Kuat, saat pertengahan Bulan”

*Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan.

*Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 1-2 jam sebelumnya.

*Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, bersabda:
“Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (bulan Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.”
(Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)

*Sunnah Bekam pada Bulan MEI ini jatuh pada tanggal :

  -17 sya'ban 1437 H.                 Selasa 24 mei 2016

  -19 syaban 1437 H.
Kamis 26  mei 2016

 - 21 sya'ban 1437 H.
Sabtu 28 mei 2016

*Adapun manfaat Bekam adalah Untuk mengobati semua penyakit yang disebabkan kelainan darah karena :
1. Panas
2. Penuh
3. Kotor
4. Tersumbat
Contoh penyakitnya :
Kolesterol, Asam urat, borok, bisulan, jerawat, dan pembengkakan jantung .

Bekam di daerah Kelapa Gading, dan sekitarnya di Jakarta Utara .

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl Kelapa Sawit Raya Blok DD no. 15
Kelapa Gading. Jakarta utara.

Telp. 08111494599
087883171247


Selasa, 26 Januari 2016

Bekam Sunah Januari 16

Assalamu'alaikum wr.wb...

Sahabat sehat.. sudah ber-BEKAM-kah bulan  Januari ini...?

Selain menyehatkan, bekam juga salah satu terapi yg dianjurkan oleh Rasulullah SAW loh.. Insya Allah.. Banyak banget manfaatnya..

Yuk berbekam.. Tanggal sunah berbekam bulan ini jatuh pada tanggal 27, 29 & 31 Januari 2016 (17, 19, 21 Rabiul Akhir 1437 H).

Salam,
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok DD No. 15
Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp. 08111494599



bekam medik, Ahli Bekam, Bekam medis, RS Thera Afiat, verri JP MA, Kelapa Gading., Bekam Pulo Mas, Bekam Sunter, Bekam Kodamar,

Sabtu, 02 Mei 2015

Penelitian Bekam Di Inggris



Dari artikel :
knee-radiologyKaleem Ullah, Ahmed Younis & Mohamed Wali: An investigation into the effect of Cupping Therapy as a treatment for Anterior Knee Pain and its potential role in Health Promotion.: The Internet Journal of Alternative Medicine. 2007; Volume 4, Number 1.
Kaleem Ullah, MSc Physiotherapy, University of East Anglia UK
Ahmed Younis, Principal Lecturer St Georges University of London UK
Mohamed Wali, St Georges University of London UK
Table of Contents
Abstract
Introduction
History and origins of Cupping Therapy
Current use of Cupping Therapy
Medical effects of Cupping Therapy
Anterior Knee Pain and Cupping Therapy
Cupping Therapy and the ethnic minority population
Contra-indications and Precautions to treatment
Aims of the research
Methodology and research design
Population and Sampling
Results
Discussion
Conclusion
Appendices
References
Abstrak
Objektif: Untuk mengetahui pengaruh Terapi Bekam dalam tingkatan patofisiologis pada penanganan Nyeri lutut anterior (bagian depan) dan dampaknya terhadap kualitas hidup serta kenyamanan.
Metode: Survei Eksperimen menggunakan percobaan klinis dan kuesioner. Follow up dilakukan selama 3 minggu untuk mengetahui pengaruh jangka panjang efek terapi dengan menggunakan penilaian obyektif maupun subyektif. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengetahui berapa banyak variabel independen menyebabkan peserta penelitian mengalami perubahan (Dane, 1990).
Hasil:
Terdapat perbedaan statistik yang signifikan dalam tingkat rasa sakit, kenyamanan dan rerata pergerakan pada pasien dengan nyeri lutut anterior antara sebelum dan setelah bekam (P <0,05).
Kesimpulan: Telah dilakukan penelitian mengenai keampuhan/Efikasi Terapi bekam untuk penanganan nyeri lutut anterior serta kenyamanan dan pergerakannya, hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan pada peserta penelitian sebagai akibat dari Terapi Bekam. Dianjurkan untuk dilakukan studi lebih lanjut dengan menggunakan sample penelitian yang lebih besar dan waktu yang lebih lama.
Pendahuluan
Cupping (bekam) merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam perawatan dan pengobatan berbagai masalah kesehatan diantaranya : Penyakit darah seperti hemofili dan hipertensi, Penyakit reumatik mulai dari artritis, sciatica/nyeri panggul, sakit punggung, migren, gelisah/anxietas dan masalah fisik umum maupun mental. Tujuan bekam adalah untuk membuang darah dari dalam tubuh yang diyakini dapat merusak tubuh dan pada gilirannya berpotensi merugikan mulai dari gejala biasa sampai yang mengarah pada menurunnya derajat kesehatan.
Sejarah dan asal mula Terapi Bekam
Secara tradisional, Terapi bekam telah dipraktekkan oleh banyak budaya dalam satu bentuk atau lainnya. Di Inggris praktek Terapi bekam juga telah tercatat dalam kurun waktu yang lama dengan salah satu jurnal kesehatan ‘ The Lancet ‘ yang diberi nama setelah adanya praktek ini. Lanset merupakan salahsatu peralatan bedah tradisional yang digunakan untuk membuang kelebihan darah yakni venaseksi dan digunakan untuk membedah Abses/bisul. Kata dalam bahasa Arab untuk Terapi Bekam adalah Al-Hijamah yang berarti untuk mengurangi ukuran yakni untuk mengembalikan tubuh pada kondisi alamiah.
Praktek Al-Hijamah telah menjadi bagian dari budaya Timur Tengah selama ribuan tahun sebagaimana telah ada pada catatan di zaman Hipokrates (400 SM). Di belahan barat, yang pertama melakukan Terapi Bekam adalah orang-orang Mesir kuno, dan yang tertua terekam dalam Textbook berjudul “ Ebers Papyrus” yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di negeri Mesir menyebutkan masalah bekam (Curtis, 2005). Terapi bekam secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori: Bekam kering (Dry Cupping) dan Bekam basah(Wet Cupping). Terapi bekam kering cenderung lebih banyak dipraktekkan di wilayah Timur Jauh, sedangkan Bekam basah menjadi favorit di wilayahTimur Tengah dan Eropa Timur. Untuk tujuan penelitian ini dilakukan penyelidikan Terapi bekam basah yang kemudian disebut sebagai Terapi Bekam.
Penggunaan Terkini Terapi Bekam
Pengobatan Komplementer dan Alternatif (CAM= Complementary and Alternative Medicine) akhir-akhir ini menjadi lebih populer di masyarakat dan mendapatkan kredibilitas dalam dunia Biomedis kesehatan (Hill, 2003). Survei menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari penduduk Inggris (Ernst, 1996) dan sedikit lebih tinggi di Amerika Serikat (Wootton dan Sparber, 2001) menggunakan CAM. Selain itu, mainstream dunia kesehatan yang meminta bukti lebih lanjut untuk CAM semakin tertarik pada beberapa bentuk CAM (Hoffman, 2001).
Khasiat Medis dari Terapi Bekam
Menurut Hennawy (2004), Terapi Bekam diindikasikan untuk penanganan gangguan darah, mengobati nyeri, inflamasi/peradangan, relaksasi fisik dan mental, varises pada pembuluh darah vena dan masase jaringan dalam serta memberikan hingga 50% peningkatan pada tingkat kesuburan.
Prinsip-prinsip Akupunktur dan Akupressure sangatlah mirip dengan Terapi Bekam basah, hanya saja pada bekam basah melibatkan pengeluaran darah sedangkan pada Akupunktur dan Akupressure menggunakan isapan dan stimulasi pada titik-titik tertentu untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pengeluaran darah (Blood letting) itu sebenarnya merupakan salahsatu di antara teknik Akupunktur tertua (Dharmananda, 2004). Diperkirakan bahwa Akupunktur awalnya merupakan metode penusukan bisul dari kulit, kemudian dikembangkan untuk mengeluarkan “darah kotor” yang umumnya disertai cedera atau demam dan pada akhirnya dapat mengeluarkan roh jahat dan atmosfir Qi yang jelek (terutama “angin”) keluar dari dalam tubuh(Unschuld, 1985).
Fokus perhatian kembali pada penelitian tradisi pengobatan Cina dimana penemuan Akupressure dan Akupunktur dalam meredakan nyeri telah membuktikan bahwa dengan metode tersebut dapat melepaskan zat seperti morfin (Endorfin), Serotonin atau Kortisol yang pada akhirnya dapat meredakan nyeri dan membantu memperbaiki status fisiologis individu (Schulte, 1996). Akupressure dan Akupunktur dalam faktanya telah digunakan dan terbukti berguna untuk meredakan nyeri dan penanganan addiksi/ketagihan(Schulte, 1996; Hinze, 1988; Cadwell, 1998).
Pada tingkat biologis; Akupressure dan Akupunktur bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan (1) sistem kekebalan tubuh; (2) Pengeluaran Enkefalin; (3) Pelepasan neurotransmitter (4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta (5) Gerbang rasa nyeri pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensari rasa nyeri (NIH Consensus Development Panel, 1998; Schulte, 1996). Akhirnya, diyakini bahwa perangsangan pada titik Akupuntur dapat mengakibatkan Gerbang nyeri menjadi kewalahan dengan cara meningkatkan frekuensi impulse, sehingga akhirnya menutup gerbang dan dapat meredakan nyeri(Oumeish, 1998; Cadwell, 1998).
Menurut Institut Kesehatan Nasional (NIH) Consensus Development Panel (1997), Akupunktur juga efektif menangani mual dan muntah akibat kemoterapi, mual pada kehamilan, sakit gigi, adjunct therapy, kasus addiksi, rehabilitasi stroke, sakit kepala, kram haid, tennis elbow, fibromyalgia, nyeri punggung bawah(LBP), carpal tunnel syndrome, asma dan sebagainya (Lee, 2001). Mengingat relatif rendahnya biaya CAM pada umumnya sehingga integrasi antara terapi dalam mainstream kesehatan publik tidak diragukan lagi akan dapat meringankan beban keuangan dan waktu pada sistem sistem kesehatan kita ini.
Sebagaimana bekam juga ditujukan sebagai terapi yang efektif untuk penanganan nyeri dan memiliki kesamaan dengan teori Akupunktur dan Akupressure, sehingga sangatlah mungkin Terapi Bekam memiliki aksi mekanisme biologis yang sama pula seperti disebutkan diatas dalam hal meredakan nyeri.
Penelitian Pengaruh Terapi Bekam untuk Penanganan Nyeri Lutut Anterior (Bagian Depan) dan potensi peranannya dalam Promosi Kesehatan
Dari artikel :
knee-radiologyKaleem Ullah, Ahmed Younis & Mohamed Wali: An investigation into the effect of Cupping Therapy as a treatment for Anterior Knee Pain and its potential role in Health Promotion.: The Internet Journal of Alternative Medicine. 2007; Volume 4, Number 1.

Kaleem Ullah, MSc Physiotherapy, University of East Anglia UK
Ahmed Younis, Principal Lecturer St Georges University of London UK
Mohamed Wali, St Georges University of London UK

Nyeri Lutut Anterior dan Terapi Bekam
Sebagaimana diketahui bahwa cedera lutut merupakan cedera serius yang paling sering terjadi selama kegiatan olahraga (Johnson, 2005). Potensi Terapi Bekam untuk penanganan nyeri lutut anterior dan dihubungkan dengan tingkat morbiditas terkait haruslah dilakukan penelitian, dikarenakan seperti yang disebutkan sebelumnya memiliki implikasi dalam cost dan kesehatan yang memang menjanjikan. Diharapkan bahwa Terapi Bekam disarankan secara medis dan fisioterapi untuk penanganan Nyeri lutut anterior akan bekerja dengan baik sebagaimana penelitian yang menunjukkan bahwa penanganan konvensional untuk Nyeri Lutut Anterior (AKP) efektif dalam mengurangi tingkat keparahan AKP dan juga memiliki manfaat pada kenyamanan individu(Clark dkk., 2000).
Terapi Bekam dan etnis penduduk minoritas
Populasi penduduk Inggris sangatlah beragam; jumlah orang yang diklasifikasikan sebagai etnis minoritas mengalami peningkatan, (Commission for Racial Equality 1999). Hal ini juga menunjukan bahwa penggunaan layanan kesehatan oleh penduduk etnis tidak proporsional dengan yang untuk penduduk Kaukasia di Inggris (Crespo dkk., 2000) dan juga inaktivitas fisik lebih banyak di kalangan etnis minoritas dibandingkan Kaukasia, (King et al 2000). Oleh karena itu tindakan seperti Terapi Bekam dapat membantu mengisi gap itu sama halnya Akupunktur dengan masyarakat Timur Jauh.
Kontra-indikasi dan Kehati-hatian Terapi
CTerapi Bekam tidak memiliki efek samping yang berarti, hanya berupa ketidaknyamanan minimal akibat sedikit intervensi pada kulit pasien. Dalam kasus di mana pasien memiliki ambang batas nyeri yang rendah, dapat diberikan pembiusan lokal. Begitu juga efek samping ringan lainnya yang mungkin terjadi adalah rasa sedikit berkunang-kunang setelah Terapi Bekam, sekali lagi ini adalah mirip seperti setelah pengambilan darah oleh dokter, pada saat bekam darah terdorong mengalir ke daerah yang dibekam (hiperemis ), beberapa kadang merasa hangat dan lebih panas sebagai akibat dari pelebaran pembuluh darah/vasodilatasi dan sedikit berkeringat mungkin terjadi. Sekali lagi ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan rasional, tidak ada alasan yang memicu kekhawatiran.
Wanita hamil atau sedang menstruasi, pasien kanker (metastasis) dan pasien dengan patah tulang atau spasme otot dikontraindikasikan untuk penelitian ini. Demikian juga, Terapi Bekam tidak dapat diterapkan di daerah DVT, di mana terdapat ulkus, arteri atau tempat di mana denyutan pembuluh darah dapat dirasakan (Chirali, 1999).
Tujuan penelitian
* Mengevaluasi pengaruh Terapi Bekam pada Nyeri Lutut Anterior (AKP), Rentang pergerakannya dan dampak terhadap kualitas hidup dan kenyamanan.
Pengujian hipotesa
* Terapi Bekam tidak berpengaruh pada persepsi nyeri lutut, Rentang pergerakan dan kenyamanan.
Metodologi dan desain penelitian
Metode penelitian ini adalah suatu survey eksperimental dengan menggunakan metodologi percobaan klinis dan kuesioner. Follow up dilakukan selama 3 minggu untuk mengetahui pengaruh jangka panjang efek terapi dengan menggunakan penilaian obyektif maupun subyektif. Pengukuran Subyek penelitian diambil sebelum dan sesudah tes.
Penelitian ini dirancang setelah dilakukan tinjauan pustaka yang intensif, diskusi dengan praktisi bekam, pengamatan teknik aplikasi di lapangan, dan diskusi serta komunikasi dengan para praktisi dan pusat-pusat yang terlibat dalam praktek bekam (terutama di Timur Tengah). Setelah itu, prosedur untuk aplikasi bekam pada penelitian ini ditentukan(lihat prosedur aplikasi bekam).
Lembar penilaian (lihat Lampiran 1) dirancang untuk memasukkan data informasi pasien, riwayat medis terdahulu dan sekarang, pengukuran tanda-tanda vital (detak nadi, tekanan darah dan saturasi O2 hanya untuk tujuan monitoring). Semua pengukuran dan pertanyaan dilakukan oleh peneliti yang sama sebelum dan setelah bekam untuk meningkatkan validitas dan kehandalan (reliabilitas).
Outcome pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Analog Sakit Visual (Pain VAS), Skala Analog Kenyamanan Visual (Well Being VAS) dan Rerata Pergerakan sendi, baik Rerata Pergerakan Aktif (AROM) dan Rerata Pergerakan Pasif (PROM). Variabel independen dalam penelitian ini adalah Terapi Bekam, dimana semua peserta penelitian mendapatkannya. Variabel Independen yang diukur adalah Skala Sakit dan Kenyamanan VAS serta Rerata Pergerakan lutut baik yang aktif maupun pasif. Peserta juga ditanya mengenai pendapat mereka tentang bekam, kesehatan umum serta kualitas hidup melalui kuesioner. Kuesioner dirancang secara hati-hati dengan mengintegrasikan serangkaian pendekatan kualitatif generik seperti kuesioner Kualitas Hidup World Health Organization (WHOQOL-100), EuroQol-5D (EQ-5D) dan the 15D Health Related Quality of Life (15D); dengan tujuan untuk memperoleh kuesioner yang khusus untuk Terapi Bekam. Sebelum dilakukan penelitian utama, kuesioner telah berhasil diuji dalam dua pilot studi.
Populasi dan sampel penelitian
Target populasi untuk penelitian ini adalah masyarakat umum dominan di wilayah London dan yang saat ini tidak memiliki afiliasi terhadap model bentuk tehnik kesehatan apapun. Subyek penelitian direkrut dengan memanfaatkan berbagai teknik periklanan termasuk iklan di sebuah stasiun radio nasional (Spektrum Radio AM 558), sistem email universitas, dan acara TV dokumenter kesehatan di saluran satelit ANN(Arab News Network).
Kriteria inklusif :
* Subyek dengan masalah lutut dan berusia antara 20-80 tahun.
* Subyek yang sebelumnya tidak pernah dibekam di lutut atau di bagian tubuh lainnya selama enam bulan sebelum penelitian ini.

Kriteria eksklusif (pengecualian):
* Bayi
* Subyek yang menderita masalah jantung serius atau penyakit yang menyebabkan individu rentan mengalami pendarahan.
* Ibu hamil
* Pasien Kanker
* Subyek dengan fraktur/patah tulang atau spasme otot di daerah lutut.

Instrumentasi
Menggunakan peralatan dasar untuk terapi bekam termasuk sedotan pompa tangan, kop plastik ukuran yang sama dan peralatan antiseptik.
Etika pertimbangan penelitian
Peserta penelitian diberi lembar informasi yang menjelaskan secara detail prosedur penelitian, pemahaman subjek terhadap penelitian dipertimbangkan dan formulir izin/kesediaan untuk ikut penelitian diberikan sebelum penelitian dimulai. Subyek diizinkan kapanpun juga untuk menarik diri dari penelitian, atau ingin melanjutkan penelitian dan mendapatkan penjelasan/keterangan lanjut juga diperbolehkan untuk melakukannya. Persetujuan Etika diminta dari Komite Penelitian Kings College.
Prosedur penelitian

Prosedur yang digunakan adalah sebagai berikut:
Sebelum aplikasi terapi dimulai, kami memastikan bahwa:

* Subyek telah memenuhi prasyarat bekam (criteria inklusif).
* Kontra-indikasi telah dieliminasi
* Peralatan tersebut telah steril
* Subyek diingatkan dan dipahamkan kembali mengenai efek samping ringan yang akan muncul
* Tekanan darah, detak nadi dan saturasi O2 diukur dalam posisi duduk, kemudian subyek ditanya untuk mengidentifikasi tingkat rasa nyeri mereka menggunakan skala analog visual dalam bahasa Inggris (dan juga disediakan dalam terjemahan bahasa Arab, lihat Lampiran 1) . Tanda-tanda vital yang diambil digunakan hanya untuk memantau kondisi subjek secara umum.
* Pengamatan lutut dilakukan untuk mengetahui setiap abnormalitas, kemudian rerata pergerakan lutut diukur pada posisi terlentang oleh peneliti yang sama.
* Subyek diwawancarai oleh peneliti yang sama.
* Bekam dilakukan di lutut (sebelah lateral dari tendon otot quadriceps) menggunakan pisau bedah agar steril dan dapat mengontrol kedalaman dan lebar sayatan. Gelas kop digunakan pada daerah perlakuan dan darah dengan hati-hati dibuang sebanyak tiga kali. Daerah yang telah dibekam kemudian dikelola sesuai dengan prosedur dasar manajemen luka (yaitu antiseptik dan perban).
* Semua pengukuran (tekanan darah, detak nadi dan saturasi O2, termasuk rerata pergerakan lutut serta skala sakit dan kenyamanan) diulang oleh peneliti yang sama segera setelah bekam dan kemudian satu, dua dan tiga minggu setelah bekam.

Analisis data
Data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk minimum, maksimum, rerata, dan Standar Deviasi (SD). Uji pasangan sampel t-test digunakan untuk menentukan perbedaan diantara subyek penelitian sebelum dan setelah bekam.
Tingkat signifikansi penelitian ini ditetapkan pada 5%. Semua analisis data menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) v.12 untuk Windows.
Penelitian Pengaruh Terapi Bekam untuk Penanganan Nyeri Lutut Anterior (Bagian Depan) dan potensi peranannya dalam Promosi Kesehatan
Dari artikel :
knee-radiologyKaleem Ullah, Ahmed Younis & Mohamed Wali: An investigation into the effect of Cupping Therapy as a treatment for Anterior Knee Pain and its potential role in Health Promotion.: The Internet Journal of Alternative Medicine. 2007; Volume 4, Number 1.

Kaleem Ullah, MSc Physiotherapy, University of East Anglia UK
Ahmed Younis, Principal Lecturer St Georges University of London UK
Mohamed Wali, St Georges University of London UK

Hasil
Rerata Respon

Sebanyak 26 orang relawan menyetujui untuk ikut serta dalam penelitian. Empat relawan drop out sebelum dimulai penelitian. Dua puluh dua relawan mulai mengikuti penelitian; lima relawan yang tidak hadir dalam follow up seperti yang telah dijanjikan telah dikeluarkan dari penelitian dan dua relawan tidak dapat hadir pada dua follow up yang terakhir sehingga sisanya 15 relawan menyelesaikan penelitian secara komplit dan memberikan tingkat partisipasi 57,69% ( n = 15). Konstitusi dari dua puluh dua relawan yang mengikuti penelitian ini adalah sebagai berikut: laki-laki (n = 20; 90,90%), perempuan (n = 2; 9,10%). Semua relawan telah berumur atas 18 tahun.

Perbedaan antara pergerakan pasif dan aktif, Skor sakit dan Kenyamanan sebelum dan setelah Terapi Bekam

Tabel di bawah ini menunjukkan adanya peningkatan yang berarti baik aktif maupun pasif dari pergerakan, sebagaimana adanya pengurangan rasa sakit dan peningkatan kenyamanan. Std. Deviasi sebelum bekam untuk PROM (M ± SD) (142,64 ± 11,168), dan tiga minggu setelah bekam Std. Deviasi nya (151.67 ± 5.96). Begitu juga untuk AROM, Std. Deviasi sebelum bekam untuk AROM (134.14 ± 16.53) dan tiga minggu setelah bekam Std. Deviasi nya (147.24 ± 7.04). Hal yang sama juga dapat dilihat pada skor sakit dan kenyamanan. Std. Deviasi sebelum bekam untuk Sakit adalah (5.38 ± 2.8), dan tiga minggu setelah bekam Std. Deviasi nya (1.29 ± 2.02). Std. Deviasi sebelum bekam untuk kenyamanan adalah (7,21 ± 1,65), dan tiga minggu setelah bekam St. Deviasinya adalah (8,29 ± 1,20).

Tabel 1: Menampilkan perbedaaan Pasif dan aktif pergerakan, skor sakit dan kenyamanan
sebelum dan setelah Terapi Bekam.
Signifikansi perbedaan skor subjek sebelum dan setelah bekam

Seperti yang dapat kita lihat pada tabel di atas terdapat perbedaan nyata dalam setiap hasil skor pengukuran antara sebelum bekam dan tahap follow up. Pasangan sampel t-test dilakukan untuk memastikan perbedaan signifikansi statistik antara skor sakit, rerata pergerakan dan kenyamanan: segera setelah bekam, 1 minggu setelah bekam, 2 minggu setelah bekam dan 3 minggu setelah bekam.
Tabel 2: Menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam skor subjek sebelum dan setelah bekam
Tabel di atas menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam statistik Passive Ranger of Motion (PROM), Active Ranger of Motion(AROM), Skala Analog Sakit Visual dan Skala Analog Kenyamanan Visual sebelum dan setelah Terapi Bekam; p = 0,05 pada semua hasil pengukuran.
Diskusi
Efek dari Terapi Bekam pada rerata pergerakan dan tingkat pengurangan rasa sakit (Tabel 1 dan 2)

Tingkat rasa sakit yang dirasakan oleh subyek penelitian setelah bekam adalah jauh lebih rendah dibandingkan dengan sebelum dibekam. Hal ini dapat dilihat pada tabel 1 yang menunjukkan perbedaan antara rerata pergerakan pasif dan aktif (ROM), Skor Sakit dan Kenyamanan sebelum dan setelah Terapi Bekam.
Tampak bahwa skor sakit memiliki perubahan yang sama dengan range skor pergerakan. Rata-rata skor sakit menurun dari 5,14 ke 1,26 setelah minggu ketiga. Terjadi penurunan yang cukup besar pada tingkatan persepsi rasa sakit dan pada pasangan sampel t-test ditemukan adanya perbedaan nilai yang signifikan secara statistik segera setelah bekam, 1 minggu dan 2 minggu dan juga 3 minggu setelah bekam (p <0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi terhadap nyeri lutut anterior (dengan bekam) dapat mengakibatkan penurunan tingkatan persepsi rasa sakit yang signifikan yang dirasakan oleh individu (Clark et al, 2000). Juga jelas terlihat bahwa tingkatan rasa sakit maksimum yang dirasakan oleh individu berkurang sebesar 50% (dari 10/10 menjadi 5/10) di akhir penelitian. Hasil tersebut sangatlah penting mengingat Terapi Bekam telah lama dianjurkan sebagai terapi yang efektif untuk mengobati nyeri (Cassileth, 2004 dan Hennawy 2004). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini melengkapi saran yang dibuat oleh banyak praktisi bekam di seluruh dunia.
Tampak bahwa range pergerakan aktif maupun pasif meningkat cukup baik setelah bekam. The mean AROM pre cupping was 134.14degrees with the minimum ROM being 95degress. Rerata AROM sebelum bekam adalah 134.14 derajat dengan ROM minimum 95 derajat. Nilai rerata nya telah meningkat menjadi 143 derajat pada 1 minggu setelah bekam dan skor minimum telah meningkat menjadi 124 derajat. Pada minggu ketiga, nilai rerata telah meningkat menjadi 147.24 derajat dan skor minimum telah meningkat menjadi 128 derajat. Setelah pengujian dengan pasangan sampel t-test ditemukan adanya perbedaan skor yang signifikan secara statistik beberapa saat setelah bekam, serta 1, 2 dan 3 minggu setelah bekam (p <0,05). Begitu juga perbedaan yang signifikan secara statistik terlihat pada PROM. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa terapi bekam secara signifikan mampu meningkatkan range pergerakan sendi lutut baik aktif maupun pasif.
Adanya penurunan skor sakit tersebut dapat dikaitkan dengan alasan yang rasional yakni bekam dapat menyebabkan pengeluaran zat seperti morfin (Endorfin), Serotonin atau Kortisol yang pada akhirnya dapat membantu menghilangkan sakit dan memperbaiki status fisiologis seseorang(Schulte, 1996). Akupressure dan Akupunktur dalam faktanya telah digunakan dan terbukti berguna untuk meredakan nyeri dan penanganan addiksi/ketagihan(Schulte, 1996; Hinze, 1988; Cadwell, 1998). Pada tingkat biologis, seperti halnya Akupressure dan Akupunktur, Terapi Bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan (1) sistem kekebalan tubuh; (2) Pengeluaran Enkefalin; (3) Pelepasan neurotransmitter (4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta (5) Gerbang rasa nyeri pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensari rasa nyeri (NIH Consensus Development Panel, 1998; Schulte, 1996). Akhirnya, diyakini bahwa perangsangan pada titik Akupuntur dapat mengakibatkan Gerbang nyeri menjadi kewalahan dengan cara meningkatkan frekuensi impulse, sehingga akhirnya menutup gerbang dan dapat meredakan nyeri(Oumeish, 1998; Cadwell, 1998).
Pengaruh Terapi Bekam terhadap Kenyamanan (Tabel 1 dan 2)

Adalah tidak mungkin untuk mengukur pengaruh intervensi seperti Terapi Bekam secara kwantitas terhadap kehidupan seseorang dengan sebenar-benarnya. Pendekatan secara kualitatif untuk mengetahui pengaruh terapi dari perspektif pasien mungkin merupakan interpretasi yang lebih akurat daripada pengaruh umum. Namun demikian skala analog serupa dengan VAS Sakit yang digunakan untuk mengukur secara kwantitas pengaruh terapi bekam terhadap kenyamanan seseorang. Rerata skor kenyamanan VAS telah meningkat dari 7,21 ke 8,23; secara keseluruhan peningkatannya lebih dari 1. Peningkatan skor kenyamanan stabil sepanjang penelitian, hal tersebut mencerminkan keyakinan bahwa Terapi Bekam memiliki dampak positif pada kenyamanan. Temuan ini didukung oleh uji pasangan sampel t-test (p = = 0,05). Hennawy (2004) juga mendukung hal tersebut.

Oleh karena itu sangatlah wajar untuk menetapkan bahwa adanya manfaat biologis terapi bekam bersama dengan factor psikologis dalam memberikan kesehatan fisik dan kenyamanan psikologis.
Kesimpulan
Penelitian ini bukan ditujukan untuk suatu bagian penyelidikan semata tapi untuk melaksanakan perubahan dalam praktek kesehatan. Lebih dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan juga meningkatkan kesadaran mengenai penanganan dengan terapi bekam dan mendapatkan hal-hal penting yang berkaitan dengan hal tersebut. Keampuhan dari penggunaan bekam untuk nyeri lutut anterior, Range Gerakan dan kenyamanan telah mengungkapkan hasil penelitian yang memiliki perbedaan signifikan secara statistik dalam mendukung Terapi Bekam. Diharapkan juga bahwa sebagai sebuah tindakan, Terapi Bekam perlu diatur dan dilakukan pencatatan oleh para praktisi yang mengembangkannya. Penelitian jangka panjang lanjutan yang berkaitan dengan efek Terapi Bekam harus dilakukan untuk masalah musculoskeletal (otot dan tulang) yang lain.
Lampiran:
Lampiran 1
Lampiran 2: Paket Penilaian

Diterjemahkan oleh dr. Abu Hana di http://kaahil.wordpress.com di publikasikan ulang oleh PONDOK BEKAM THIBB AL-UMMAH untuk “ISLAMIC ZONE” di http://thibbalummah.wordpress.com/
Referensi:

Al Dairani et al,. [n/a] 2001 and 2003 avialable at www.thingsnotsaid.org – accessed June 2005

Al-Jawzeyah I. Q. (10 th century) Medicine of the Prophet. Darussalam International Publications.
Al-Rawi and Nessan AH (1997) Joint hypermobility in patients with chondromalacia patellae.;Br J Rheumatol 1997 Dec;36(12):1324-7
Al-Rub A (1999) Healing with the Medicine of the Prophet. Darussalam International Publishers and Distributors.
As-Sawi A, J, M (1992) Proposed Medical research Projects derived from the Qur’an and Sunnah. Hay’at al-I’jaz al-Ilmi. Makkah Al-mukarramah, Saudi Arabia
Ballegaard, S., Norrelund, S. & Smith, D. F., 1996. Cost-benefit of combined use of acupuncture, Shiatsu and lifestyle adjustment for treatment of patients with severe angina pectoris. Acupuncture & Electro-Therapeutics Research. 21(3-4): 187-197
Cadwell, V., 1998. A primer on acupuncture. Journal Emergency Nursing. 24(6): 514-517
Chen A., 1993. Effective acupuncture therapy for stroke and cerebrovascular disease, part I. In: Gosman-Hedstrom, G.; Glaesson, L.; Klingenstierna, U.; Carlsson, J.; Olausson, B.; Frizell, M.; Fagerberg, B. & Blomstrand, C., 1998. Effects of acupuncture treatment on daily life activities and quality of life: a controlled, prospective, and randomized study of acute stroke patients. Stroke: A Journal of Cerebral Circulation. 29(10): 2100-2108
Chirali, I. Z (1999) Traditional Chinese Medicine Cupping Therapy, 6th Edition. Churchill Livingstone.
Clark D, I (2000), N Downing, J Mitchell, L Coulson, E P Syzpryt, M Doherty. Physiotherapy for anterior knee pain: a randomised controlled trial Ann Rheum Dis 2000;59:700-704
Commission for Racial Equality (1999) Ethnic minorities in Britain (WWW). Available at http://www.cre.gov.uk/pdfs/em_fs.pdf (accessed 17 January 2003)
Crespo, C.J., Smit, E., Andersen, R.E., Carter-Pokras, O. and Ainsworth, B.E. (2000) Race/ethnicity, social class and their relation to physical activity during leisure time: results from the Third National Health and Nutrition Examination Survey. American Journal of Preventive Medicine 18(1), 46-53
Curtis N, J (2005), Management of Urinary tract Infections: historical perspective and current strategies: Part 1-before antibiotics. Journal of Urology. 173(1):21-26, January 2005.
Davis, C. M., 1997. Complementary Therapies in Rehabilitation. Holistic Approaches for Prevention and Wellness. SLACK Inc., Thorofare, New Jersey, USA
Department of Health (2001) National Service Framework for Older People. London, The Stationary Office
Duckworth, M. (1999) Outcome selection and typology. Physiotherapy 85(1), 21-27
Ernst, E. & White, A. R., 2000. Acupuncture may be associated with serious adverse events. British Medical Journal. 320(7233): 513
Fairbank 1984) cited by D.P. Johnson 2005 Anatomy, Diagnosis Mechcanics and Management of Anterior Knee Pain (available from http://www.orthopaedics.co.uk/boc/v2rinfo10.htm – accessed July 2005
Falkenstrom, M. K., 1998. Pain management of the patient with cancer in the homecare setting. Journal of Intravenous Nursing. 21(6): 327-334
Felhendler, D. & Lisander, B., 1996. Pressure on acupoints decrease postoperative pain. Clinical Journal of Pain. 12(4): 326-329
Fessele, K. S., 1996. Managing the multiple causes of nausea and vomiting in the patient with cancer. Oncology Nursing Forum. 23(9): 1409-1415
Freeman, J.A. (2002) Assessment, outcome measurement and goal setting in physiotherapy practice. In Edwards, S. (ed) Neurological Physiotherapy (2 nd edition). Churchill Livingstone, London
Hargreaves, S. (2000) Burden of ageing population may be greater than anticipated. The Lancet 355, 2146
Hennawy M (2004). Cupping therapy and Infertility. Available at: http://www.obgyn.net/english/pubs/features/presentations/hennawy15/280,1 Cupping Therapy and Infertility. Accessed December 2004.
Hinze, M. L. M., 1988. The effects of therapeutic touch and acupressure on experimentally induced pain [thesis (Ph.D.)--University of Texas at Austin] Ann Arbor, Mich., U.M.I., America
Jadad, A. R. & Browman, G. P., 1995. The WHO analgesic ladder for cancer pain management: stepping up the quality of its evaluation. The Journal of the American Medical Association. 274(23): 1870-1873.
Jin, Y.; Wu, L. & Xia, Y., 1996. Clinical study on painless labor under drugs combined with acupuncture analgesia. Chen Tzu Yen Chiu Acupuncture Research. 21(3): 9-17
King, C., Castro, C., Wilcox, S., Eyler, A.A., Sallis, J.F. and Brownson, R.C. (2000) Personal and environmental factors associated with physical inactivity among different racial-ethnic groups of U.S middle-aged and older-adult women. Health Psychology 19(4), 354-364
Lee, T. A (2001) Chinese Way Of Easing Pain – Acupressure. Pain, Symptom Control and Palliative Care 1:1
Levangie, P. K and Norkin, C.C (2001) Joint Structure and Function. A Comprehensive Analysis, 3 rd Edition
Longsdale, I. (2005) Manager of The Spa at County Hotel, London. Discussion re. ‘the use of cupping therapy in Eastern Europe
Michalsen A, Klotz S, Ludtke R, Moebus S, Spahn G, Dobos GJ (2003) . Effectiveness of leech therapy in osteoarthritis of the knee: a randomized, controlled trial. Ann Intern Med. 2003 Nov 4;139(9):724-30
Munro, J., Brazier, J., Davey, R. and Nicholl, J. (1997) Physical activity for the over-65′s – could it be a cost-effective exercise for the NHS? Journal of Public Health Medicine 19(4), 397-402
NIH Consensus Development Panel on Acupuncture, 1998. Acupuncture (NIH consensus conference). Journal of the American Medical Assoication. 280(17): 1518-1542
Oumeish, O. Y., 1998. The philosophical, cultural, and historical aspects of complementary, alternative, unconventional, and integrative medicine in the old world. Archives of Dermatology. 134(11): 1373-1386
Pettinger, N. (1998) Age Old Myths. Health Service Journal 108, 24-25
Schulte, E., 1996. Complementary therapies: Acupuncture: Where East meets West. Research Nursing. 59(10): 55-57
Unschuld P, Medicine in China: A History of Ideas, 1985 University of California Press, Berkeley, CA
Vickers, A. & Zollman, C., 1999. ABC of complementary medicine: Acupuncture (Clinical Review). British Medical Journal. 319(7215): 973-976

Untuk informasi Bekam hubungi :

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara

Telp./WA  08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC

Source: