Tampilkan postingan dengan label titik Kahil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label titik Kahil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 November 2017

Titik kahil


POSISI TITIK KAHIL

أورد أبو داود حديث أنس: (أن النبي صلى الله عليه وسلم احتجم ثلاثاً في الأخدعين والكاهل) وهو بين الكتفين مقدم الظهر من فوق، وهو الموضع الذي ذكر في الحديث الماضي: (بين كتفيه)، فيعبر بين الكتفين بالكاهل، والكاهل يكون بين الكتفين أعلى الظهر (شرح سنن أبي داود ـ عبد المحسن العباد، 20/178)

Abu Daud menyebutkan hadits Anas (bin Malik): (bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam meminta hijamah di tiga titik, yaitu (2 titik) di akhda'ain dan (1 titik) di kahil). Posisi kahil antara dua pundak di ujung tulang punggung dari sisi atas, sesuai dengan posisi yang disebutkan dalam hadits sebelumnya: (baina katifaih). Karena itulah antara dua pundak ini disebut dengan istilah kahil. Kahil pada posisi antara dua pundak di bagian teratas tulang punggung. (Syarh Sunan Abu Daud, Abdul-Muhsin Al-Abbad).

Penjelasan yang serupa juga dapat dilihat di beberap kitab syarh lain seperti Mathali'ul-Anwar, Tuhfatul-Ahwadzy, Aunul-Ma'bud, Faidhul-Qadir dan lain-lainnya yang membahas posisi kahil secara anatomis, seperti redaksi berikut: هو مقدم أعلى الظهر مما يلي العنق, posisi al-kahil yaitu pada bagian teratas dari tulang punggung yang bersambung ke leher.

Manfaat Ilmu:
1. Belajar apa pun apalagi ilmu pengobatan dan apalagi Thibb Nabawi harus runut. Jika tidak, hasilnya akan melompat-lompat.
2. Memahami makna hadits yang paling baik dengan cara meruju' kepada kitab-kitab hadits dan syuruh dengan menguasai bahasa Arab.
3. Kekeliruan dalam menetapkan titik kahil bisa berdampak tidak baik seperti yang terjadi di lapangan. Hal ini harus dihindari sesuai kaidah la dharara wa la dhirar.
4. Belajar tiada mengenal waktu dan usia. Yang pasti hukum belajar adalah faridhah sesuai hadits Nabawi.

Kathur Suhardi
(Ketua Majlis Syura PBI)

Sabtu, 07 Februari 2015

Titik Kahil

KAHIL, TITIK BEKAM PAMUNGKAS FOR ALL DISEASES
(Oleh : Ust.Kathur Suhardi)


1. Titik kahil merupakan titik Nabawi. Dasarnya hadits syarif shahih riwayat Abu Daud dan At-Tirmidzy
2. Semua penyakit dapat dibekam pada titik ini, karena beberapa alasan yang sudah dijelaskan dalam beberapa kitab hadits dan syuruh, di antaranya dalam kitab Tahdzib Al-Atsar Ath-Thabary
3. Posisinya juga sudah dijelaskan di beberapa kitab syuruh, jelas dan gamblang, seperti dalam kitab Tuhfatul-Ahwadzy.
4. Manfaatnya serba super, seperti yang dijelaskan dalam Zadul-Ma'ad.
5. Terjadi kesalahan yang dilakukan sebagian pembekam dalam menetapkan titik kahil
6. Kesalahan ini dapat mengakibatkan beberapa efek negatif bagi pasien, seperti kesemutan di lidah, di pipi dan kesemutan hingga sulit bicara. Landasannya secara empiris.
7. Malpraktik bekam, menyalahi SOP tindakan, alat, perlengkapan dan semua kaitan bekam yang bermartabat justru memburukkan wajah Thibb Nabawi, yang disesuaikan dengan kondisi dan bahasa kekinian.
8. Sebaiknya setiap pembekam selalu refresh ilmu dan pengetahuan
9. Hendaknya setiap pembekam mengambil titik ini, apa pun penyakit yang diderita pasien.
10. Hendaknya setiap pasien yang biasa berbekam meminta titik ini, apa pun penyakit dan keluhannya.

Kahil adalah salah satu titik Nabawi. Artinya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah dibekam dengan titik ini, ketika beliau diracun wanita Yahudi melalui daging kambing yang disuguhkannya. Kahil merupakan bentuk mufrad. Berarti titik ini hanya satu. Kahil adalah mujtama' al-katifain, titik temu antara dua pundak.

Dalil titik kahil adalah:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- احْتَجَمَ ثَلاَثًا فِى الأَخْدَعَيْنِ وَالْكَاهِلِ. قَالَ مَعْمَرٌ احْتَجَمْتُ فَذَهَبَ عَقْلِى حَتَّى كُنْتُ أُلَقَّنُ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ فِى صَلاَتِى. وَكَانَ احْتَجَمَ عَلَى هَامَتِهِ. (ابو داود 3862 . ابن ماجه  3483) صحيح. الالباني

Posisinya sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa kutub syuruh, di antaranya Kitab Tuhfatul-Ahwadzy, adalah:

وهو مقدم أعلى الظهر مما يلي العنق وهو الثلث الأعلى مما يلي الظهر

Yaitu superior vertebra yang menghubungkan ke cervical, pada posisi sepertiga teratas dari vertebra.

Titik kahil merupakan titik pamungkas, yang diperuntukkan bagi penanganan berbagai macam penyakit, di antaranya karena alasan berikut yang disebutkan dalam kitab Zadul-Ma'ad Bab Hadyun-Naby fi Ilaj Al-Humma:

وهو أقربُ المواضع التى يمكن فيها الحجامة إلى القلب

Karena titik kahil merupakan posisi paling berdekatan dengan organ jantung dalam praktik hijamah.

Artinya, bekam dititikberatkan pada mekanisme system cardiovascular, yang terpusat di jantung. Maka titik inti dari seluruh titik-titik bekam adalah di titik kahil ini.

Ada beberapa kesalahan dalam menetapkan titik kahil. Repotnya, banyak pembekam yang tak mau sharing, enggan meningkatkan keilmuannya, mungkin karena merasa tahu dan bisa. Wa Allah a'lam. Karena keliru dan salah, sebagian kasus ada yang menimbulkan efek tak baik bagi pasien dengan beberapa gejala klinis yang mengganggu, walau memang tidak semua mengalaminya. Bayangkan, seorang pasien dibekam di titik kahil yang merupakan titik Nabawi, tapi saat bekam dan sesudahnya dia tak mampu bicara lagi. Nah, apa aja efek malpraktik titik kahil?

Karena diperuntukkan bagi semua penyakit, maka manfaat titik ini termasuk super, hebat. Secara lebih terinci disebutkan dalam kitab Tahdzib Al-Atsar Ath-Thabary, nomer 2865:

وأن الحجامة على الكاهل نفعها من الأدواء العارضة في الجسد كله

Hijamah di titik kahil bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit yang menyerang tubuh.

Dalam kitab Tuhfatul-Ahwadzy juga disebutkan, lebih baik ambil titik kahil ini ketimbang melakukan venasection di basilica.

Perbandingan: Ada titik bekam lain yang juga termasuk titik pamungkas, yaitu titik jauzah qamahduwah. Titik ini pada posisi occipital bone. Tapi haditsnya dha'if.

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok D/D No. 15
Kelapa Gading
Jakarta Utara

Telp. 08111 494599