Tampilkan postingan dengan label Trombosit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trombosit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Oktober 2018

Trombosit



بسم الله الرحمن الرحيم

TROMBOSIT Normal : Cara Menaikan, Obat & Makanan Penambah Trombosit

Trombosit Normal – Dalam tubuh manusia tersusun atas kandungan air dalam jumlah besar, salah satunya untuk membentuk darah. Darah tersusun dari plasma darah dan sel darah. Sel darah sendiri tersusun atas tiga bagian, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit (keping darah).

Trombosit atau yang biasa disebut dengan platelet (keping darah) merupakan bagian dari darah yang berfungsi dalam pembekuan darah. Jadi, bila Anda bertanya “Apa itu trombosit?" Jawabannya ialah bagian dari darah yang bertugas untuk membekukan darah pada saat terjadi cedera, baik di dalam maupun luar tubuh.

Trombosit memiliki bentuk menyerupai sayatan kertas yang telah dipotong-potong menjadi bagian yang sangat kecil. Di dalam tubuh, trombosit diproduksi oleh sumsum tulang. Secara berkelanjutan, sumsum tulang ini akan memproduksi trombosit guna mengganti trombosit tua dengan yang baru. Hal ini dikarenakan umur trombosit di dalam tubuh hanya berkisar 9-10 hari saja.

Berapa Jumlah Trombosit Normal ?

Cara menaikan trombosit

Jumlah kandungan trombosit yang normal akan mencegah terjadinya pendarahan di dalam tubuh. Lalu, berapa jumlah trombosit normal dalam tubuh ? Jumlah trombosit normal di dalam tubuh idealnya berkisar 150.000-450.000 trombosit per mikro-liter.

Namun, ada pula beberapa rujukan kesehatan yang menyebutkan jumlah trombosit normal berkisar 200.000-400.000 trombosit per mikro-liter.

Jadi, bila angka trombosit Anda jauh di bawah atau di atas nilai tersebut, hal ini sudah menunjukkan suatu kondisi yang tidak sehat. Kondisi trombosit rendah disebut dengan trombositopenia.

Sementara kondisi trombosit tinggi disebut dengan trombositosis. Baik kondisi trombosit rendah maupun tinggi sama-sama berpengaruh buruk bagi kesehatan tubuh. Bahkan kondisi terburuk dapat merenggut nyawa si pasien.

Kondisi Trombosit Tinggi (Trombositosis)

Trombosit normal

Pada umumnya, masyarakat Indonesia hanya mengetahui kondisi trombosit rendah–seperti yang dialami pada pasien demam berdarah (DBD)–padahal trombosit yang tinggi juga dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Trombosit yang tinggi (trombositosis) merupakan penyebab utama terjadinya penggumpalan darah. Darah yang menggumpal dapat menyebabkan penyumbatan bahkan pendarahan.

Penyebab trombositosis sendiri ada dua faktor, yaitu faktor primer dan faktor sekunder. Berikut adalah penjelasannya.

a. Trombositosis Primer

Trombositosis primer biasa disebut dengan trombositosis esensial. Penyebab kondisi ini biasanya dikarenakan gangguan pada sumsum tulang, leukimia myelogenous kronik, polisitemia vera (penyakit kelebihan darah), atau faktor bawaan genetik.

Gejala yang dialami oleh si pasien, yaitu sakit/denyut di sekitar tangan dan kaki; kehilangan fungsi penglihatan secara temporer; pembesaran limpa; atau pendarahan (mimisan, gusi berdarah, atau memar).

b. Trombositosis Sekunder

Trombosit sekunder bisanya disebabkan oleh infeksi atau kondisi penyakit yang sedang diderita oleh pasien. Kondisi ini membuat tubuh bereaksi secara berlebihan dengan melepas sitkin-sitkin yang dapat meningkatkan produksi trombosit dalam tubuh.

Selain kondisi itu, ada beberapa penyebab yang memicu terjadinya trombosit sekunder, di antaranya ialah :

Reaksi alergi
Serangan jantung
Latihan fisik
Kekurangan zat besi
Kekurangan vitamin
Menderita kanker

Kondisi di atas dapat menyebabkan tubuh bereaksi dengan memproduksi trombosit dalam jumlah besar. Lalu, gejala apa yang akan dialami oleh pasien ?

Orang yang mengalami trombosit sekunder akan merasakan beberapa gejala, seperti : pusing atau sakit kepala, kelelahan, sakit dada, kesemutan pada tangan dan kaki, mudah pingsan, atau gangguan penglihatan sementara.

Bagaimana Cara Mencegah Trombositosis ?

Hal yang perlu Anda perhatikan pada kondisi trombositosis (baik primer maupun sekunder) ialah tidak semua kondisi menimbulkan gejala. Ada beberapa pasien yang mengalami trombositosis tanpa diberangi dengan gejala-gejala di dalam tubuh.

Oleh sebab itu, salah satu tindakan preventif yang dapat dilakukan ialah dengan melakukan check-up secara berkala. Hal ini semakin penting untuk Anda yang sudah menginjak usia 50-70 tahun. Pasalnya, pada rentang usia tersebut kondisi trombositosis lebih sering ditemui.

Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah trombositosis yaitu dengan melakukan pola makan sehat, mempertahankan berat badan normal, tidak merokok, dan rajin melakukan aktivitas fisik ringan selama 30 menit per hari. Bentuk olahraga yang dapat dilakukan berupa jalan santai atau bersepeda santai di pagi/sore hari.

Kondisi Trombosit Rendah (Trombositopenia)

Cara menaikan trombosit

Trombositopenia dapat dialami oleh anak-anak ataupun orang dewasa. Kondisi ini dapat disebabkan karena produksi trombosit yang rendah atau penghancuran sel trombosit yang lebih cepat daripada produksinya.

Hal ini dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti: penyakit kanker tertentu, proses penyembuhan kanker (seperti kemoterapi atau radioterapi), kelainan darah, infeksi (virus ataupun bakteri dalam darah), kontak dengan zat kimia tertentu dalam kurun waktu lama, konsumsi alkohol, konsumsi obat-obatan tertentu, atau kondisi auto-imun.

Si pasien yang mengalami trombositopenia dapat merasakan beberapa gejala, seperti mudah lelah, pendarahan (pada urine, tinja, atau darah menstruasi yang berlebihan), memar, bintik-bintik merah pada kulit, pembengkakan limpa, atau sakit kuning.

Sama halnya dengan trombositosis, kondisi trombositipenia tidak melulu menunjukkan gejala. Ada beberapa pasien yang mengidap tanpa diberangi dengan gejala. Sekalipun ada, gejala utamanya ialah pendarahan.

Cara Menaikkan Trombosit

Trombosit

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menaikkan trombosit, beberapa di antaranya ialah :

Cara Menaikan Trombosit

Istirahat dan Tidur yang Cukup
Istirahat yang cukup (7-8 jam sehari) dapat memulihkan kondisi tubuh. Dengan begitu, tubuh pun dapat ‘bekerja’ dengan baik dalam memproduksi trombosit.

Hindari Aktivitas yang Menyebabkan Pendarahan

Dengan menghindari aktivitas fisik yang dapat menyebabkan pendarahan, Anda sudah menurunkan risiko pendarahan dalam tubuh.

Minum yang Cukup

Seperti yang sudah disebutkan di bagian atas bahwa darah tersusun dari kandungan air dalam jumlah banyak. Minum dalam jumlah yang cukup dapat membantu produksi darah (dan juga trombosit) dalam jumlah cukup.

Hindari Obat Tertentu

Ada beberapa obat-obatan yang dapat menghambat produksi dan kerja dari trombosit. Dengan menghindari obat-obatan tersebut, Anda akan membantu tubuh dalam memproduksi trombosit. Beberapa obat-obatan yang perlu dihindari, yaitu Aspirin dan Ibuprofen.

Konsumsi Makanan yang Dapat Menaikkan Trombosit

Sayur dan buah-buahan ada yang berperan menaikkan trombosit, misalnya saja sayuran berdaun hijau. Selain itu, Anda bisa memilih makanan yang mengandung vitamin B12, asam folat, dan omega-3 yang dipercaya dapat meningkatkan produksi trombosit.

Makanan untuk Menaikkan Trombosit

Di masyarakat sudah dikenal beberapa makanan untuk menaikkan trombosit. Beberapa di antaranya, yaitu hati (baik hati ayam maupun hati sapi), buah bit, buah aprikot (buah dengan kandungan zat gizi yang tinggi), kurma, dan gandum utuh. Angkak dan jambu merah juga dipercaya dapat meningkatkan trombosit dengan cepat.

Demikian informasi kami tentang trombosit dan cara meningkatkan trombosit. Cara ini berlaku juga untuk meningkatkan trombosit anak dan dewasa. Hanya saja untuk alasan kesehatan, pengobatan dengan bahan alami sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter, terlebih untuk pasien anak-anak. semoga bermanfaat, salam sehat.
Source salamediadotcom

Jumat, 06 Maret 2015

Trombosit

Apa itu Trombosit ?

Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang berfungsi dalam proses pembekuan darah. Jumlah trombosit normal dalam tubuh manusia berkisar antara 200.000-400.000.

Bila kurang dari jumlah diatas dapat menyebabkan perdarahan karena fungsi pembekuan darah pada tubuh berkurang.
Masyarakat umumnya hanya mengetahui bahwa bila trombosit turun maka akan berbahaya bagi kesehatan contohnya pada penyakit demam berdarah.

Padahal jumlah trombosit yang terlalu tinggi pun dapat pula membahayakan kesehatan kita.
Jumlah trombosit yang lebih dari 400.000 disebut dengan trombositosis.

Bila tidak jelas penyebabnya, bukan dikarenakan penyakit lain maka disebut trombositosis esensial. Pada trombositosis esensial, jumlah trombosit seseorang dapat mencapai 1.000.000. Keadaan ini harus segera ditangani karena trombositosis ini dapat menyebabkan gangguan penyumbatan maupun perdarahan.

Penyakit ini biasa timbul pada usia tua yaitu 50 – 70 tahun, namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada anak-anak dan remaja.

Pada umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala apa-apa. Biasanya diketahui oleh pasien saat sedang check-up rutin.

Dari hasil pemeriksaan darah dapat diketahui jumlah trombosit pasien. Bila ada gejala, biasanya gejala yang timbul adalah:

1. Penyumbatan.

Gejala penyumbatan.
1. Kram pada tangan ataupun kaki.
2. Nyeri pada dada.
3. Terjadinya stroke.

Hal ini terjadi karena trombosit yang merupakan faktor pembekuan darah berkumpul di pembuluh darah dengan jumlah yang sangat berlebihan sehingga terjadilah penyumbatan pada aliran darah.

2. Pendarahan.

Gejala perdarahan :
1. Terjadinya perdarahan pada saluran cerna.
2. Pendarahan pada kulit (muncul ruam-ruam kemerahan).


Hal ini dapat disebabkan karena trombosit dengan jumlah yang sangat banyak berkumpul pada satu tempat sehingga bentuknya menjadi tidak normal yang berakibat pada fungsinya (sebagai faktor pembekuan) juga menjadi terganggu.

Bila Anda didiagnosis oleh dokter mengalami trombositosis maka tidak perlu panik karena telah tersedia obat-obatan yang mampu menurunkan jumlah trombosit sampai kebatas normal dengan pemberian secara bertahap-tahap.
Pemberian obat-obat ini akan diberikan sesuai kebutuhan dan keadaan klinis pasien.

Sumber : klikdokter.com

Catatan :
Hubungan antara trombosit dan bekam.

Adapun solusi untuk menurunkan kadar trombosit yang terlalu tinggi menurut kaidah Thibbun Nabawi adalah dengan mengamalkan bekam secara intensitas, secara berkala yang hanya dilakukan oleh ahlinya.

Disamping itu penderita kadar trombosit tinggi juga sangat dianjurkan untuk melakukan pengobatan dengan cara lain seperti yang telah diwasiatkan oleh Rasulullah saw yaitu dengan cara memperbanyak sedekah, do'a dan mengkonsumsi herbal.
Untuk informasi Bekam hubungi :

Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa Sawit Blok D/D No. 15
Samping Pusat Kajian Al Quran dan Informasi Islam
Kelapagading
Jakarta Utara

Telp./WA  08111494599
08788 3171247
Pin 28303BAC

Source:
http://theraafiat.blogspot.com
http://senimistik.blogspot.com
http://therainstitute.blogspot.com
http://hypnoramping.blogspot.com
http://gurahcor.blogspot.com
http://pemijit.blogspot.com
http://bekammedik.blogspot.com
http://hypnowriting.blogspot.com
http://obatjamu.blogspot.com
http://therainstitute.com
http://rukyahsyariyyah.blogspot.com