Bekam merupakan pengobatan tertua dari zaman dahulu. Rasulullah SAW pun merekomendasikan pengobatan dengan cara berbekam. Para ahli pengobatanpun terkesima dengan mempraktekan dan ada yang memodifikasinya. Situs Bekam medis KelapaGading adalah persembahan Rumah Sehat TheraAfiat untuk pembaca semua. Beralamat di d/a Apotek Iqro, Lantai 2. Jl. Seruling Blok F No.32, KelapaGading, Jakut. Untuk info hubungi WA/Telp. 08111494599 WA 081542391884 (STPT No: 001/2.60.0/31.72.06.1001/-1.779.3/2015)
Selasa, 09 November 2021
SEJARAH BEKAM
Sejarah Bekam
https://youtu.be/-ZixgZ9brxY
Pengobatan bekam sudah populer di banyak negeri, Mesir, Yunani, dan Arab.
Di negara Arab sudah populer sejak jaman jahiliyah. Rosul mengakui metode pengobatan ini serta mempraktekkan dan menganjurkannya.
”Dari Jabir r.a., bahwasannya ia pernah menengok Al-Muqanni yang sedang sakit, kemudian ia berkata ”Saya tidak akan pergi sebelum engkau berbekam, karena saya pernah mendengan Rasulullah saw bersabda ”Berbekam itu menyembuhkan
penyakit”.
1. Sejarah Singkat Bekam
Sudah dikenal oleh bangsa-bangsa purba sejak kerajaan Sumeria, sekitar 4.000 tahun SM. Kemudian berkembang sampai Babilonia, Mesir, Saba dan Persia. Para tabib hanya mengajarkan kepada murid-murid terpilih, digunakan untuk para raja.
Di China berkembang sekitar 2.500 tahun SM, berkembang berdasarkan titik akupuntur. Mereka menggunkan tanduk.
Di Mesir, bekam sudah ada sejak jaman Firaun pada masa Ramses II yang kemudian berkembang hingga Yunani, Romawi.
Pada masa Rasulullah saw, sudah banyak dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi. Pada masa perkembangan Islam sekitar 300 H, di Baghdad bekam merupakan pengobatan paling maju saat itu.
Pada abad 18, orang-orang Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk
berbekam. Ini disebut Leech Teraphy.
Konon pernah terjadi 40 juta lintah diimpor
Perancis untuk tujuan pengobatan. Lintah-lintah dilaparkan, kemudian digigitkan
kepada tubuh manusia untuk dihisap darahnya. Setelah kenyang lintah akan
menjatuhkan tubuhnya, dan selesailah pengobatan berbekam.
Di beberapa daerah lain ada yang menggunakan bambu, tetapi ini memerlukan api untuk menguapkannya agar mendapatkan daya ”vacum”nya. Saat sekarang peralatannya yang kita kembangkan telah disesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga lebih mudah dipergunakan dan lebih higienis, karena mempergunakan alat medis yang steril dan ada juga yang bersifat disposal.
Perkembangan bekam di Indonesia tidak ada penjelasan yang pasti, namun tradisi ini sudah ada pada pesantren, hanya saja menggunakan api dari kapas yang dibakar kemudian ditutup secepatnya dengan gelas, bekam tersebut umumnya untuk mengobati ”masuk angin” yaitu sakit dengan keluhan sakit kepala dan badan pegal linu. Perkembangan bekam di Indonesia pesatnya pada era 1990 an, terutama dibawa oleh pekerja dan mahasiswa yang belajar di Malaysia, India dan Timur Tengah.
Sekarang metode pengobatan bekam sudah modern, dan higienis. Alat-alat bekam banyak tersedia di apotik dan toko obat, terutama yang menjual herbal.
Seiring berjalannya waktu dengan maraknya pengobatan bekam di masyarakat, maka dirasa perlu ada suatu wadah yang menaungi pembekam untuk menjalin kemitraan dengan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, wadah tersebut bernama ABI, singkatan dari Asosiasi Bekam Indonesia, sekarang berganti nama menjadi PBI, singkatan dari Persatuan Bekam Indonesia.
2.Landasan Bekam
Imam Ghazali r.a. berpendapat bahwa bekam adalah termasuk fardhu kifayah,
:”Jika disebuah wilayah tidak ada orang yang mempelajarinya maka semua penduduknya akan berdosa. Namun, jika ada salah seorang yang melaksanakannya
serta memadai, maka gugurlah kewajiban dari yang lain.
Jika di sebuah wilayah tidak ada orang yang ahli bekam, suatu kehancuran
siap menghadang dan mereka akan sengsara karena menempatkan diri di ambang kehancuran, sebab dzat yang menurunkan penyakit juga menurunkan obatnya, dan memerintahkan untuk menggunakannya serta menyediakan sarana-sarana untuk melaksanakannya. Maka dengan meremehkannya berarti sebuah kehancuran telah menghadang.”
Dalam kitab ”Taysirul Fiqih Lil Muslimil Mu‟ashir” , Dr. Jusuf Qardhawi11
menyebutkan bahwa bekam adalah termasuk fardhu kifayah, jika di satu wilayah tidak ada seorang pembekam , maka semua penduduknya akan berdosa. Namun jika ada seseorang yang melakukan dan memadainya maka gugurlah kewajiban dari yang lain.
Ya, demikian teman-teman sekilas penjelasan tentang sejarah perkembangan bekam, semoga bermanfaat. Bila dirasa bermamfaat jangan lupa subcribe, comment, like dan share.
Salam Sehat Wal Afiat,
Rumah Sehat Thera Afiat
Verri Jaya Priyana
Wa 08111494599
#sejarahbekam
#perkembanganbekam
#verrijpma
#rumahsehattheraafiat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar